Oknum Guru Besar Unpad Diduga Lecehkan Mahasiswa Asing, Ini Respons Rektor

Oknum Guru Besar Unpad Diduga Lecehkan Mahasiswa Asing, Ini Respons Rektor

Nasional | inews | Kamis, 16 April 2026 - 18:50
share

SUMEDANG, iNews.id – Dunia pendidikan tinggi kembali diguncang kabar tak sedap. Seorang oknum Guru Besar di Universitas Padjadjaran (Unpad), Kota Bandung, diduga melakukan kekerasan seksual terhadap seorang mahasiswa asing yang tengah menjalani program pertukaran (exchange student).

Menyikapi kabar yang viral tersebut, pihak universitas bergerak cepat dengan mengambil tindakan tegas terhadap oknum dosen yang bersangkutan. 

Rektor Unpad, Prof Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menegaskan, universitas memiliki komitmen nol toleransi terhadap segala bentuk kekerasan seksual. Sebagai langkah awal untuk menjaga objektivitas proses pemeriksaan, oknum Guru Besar tersebut telah dinonaktifkan sementara.

"Sebagai langkah awal, universitas langsung menonaktifkan sementara Guru Besar yang bersangkutan dari seluruh aktivitas akademik di lingkungan Unpad," ujar Arief Sjamsulaksan, Kamis (16/4/2026).

Penonaktifan ini dilakukan agar proses investigasi internal yang dilakukan oleh Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) dapat berjalan lancar tanpa intervensi. 

Selain menindak terduga pelaku, Unpad juga fokus pada pemulihan korban. Mengingat korban merupakan mahasiswa asing, pihak kampus telah memberikan pendampingan khusus, baik secara psikologis maupun hukum. 

Unpad juga menyatakan sangat terbuka terhadap masukan atau laporan tambahan dari pihak mana pun yang mengetahui detail kasus tersebut. Kampus menjamin kerahasiaan identitas pelapor guna menegakkan aturan dan keadilan di lingkungan universitas. 

Dalam menangani kasus ini, Universitas Padjadjaran tidak bekerja sendiri. Pihak kampus menjalin koordinasi dengan sejumlah instansi terkait guna memastikan proses penegakan keadilan berjalan transparan dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Setiap laporan akan menjadi dasar kuat kami dalam menegakkan aturan. Kami ingin memastikan lingkungan kampus tetap aman dan nyaman bagi seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa internasional," kata Rektor.

Unpad berharap kejadian serupa tidak pernah terulang kembali di masa depan. Kasus ini menjadi momentum bagi universitas untuk memperketat pengawasan dan sosialisasi terkait perlindungan dari kekerasan seksual di seluruh lingkungan fakultas.

Topik Menarik