Insanul Fahmi Dituding Gantung Status Inarasati, Kuasa Hukum Buka Suara soal Poligami
JAKARTA, iNews.id - Hubungan antara Insanul Fahmi dan Inarasati kembali menjadi sorotan publik. Keduanya disebut tengah berada dalam situasi tidak jelas, terlebih setelah Insanul mengaku sudah lama tidak bertemu dengan Inara sejak kasus dugaan perzinaan mencuat.
Kondisi tersebut memicu berbagai spekulasi, termasuk tudingan bahwa Insanul tidak memiliki pendirian dan berupaya mempertahankan dua wanita dalam skema poligami. Isu ini pun langsung ditanggapi oleh kuasa hukumnya, Tommy Tri Yunanto.
Tommy menegaskan, kliennya saat ini tidak ingin memperkeruh keadaan. Dia menyebut Insanul hanya berfokus menyelesaikan persoalan rumah tangga secara bertahap tanpa harus saling menyudutkan di hadapan publik.
"Ya biarkan ajalah kalau mau ngomong apa, kan ya dia mau bicara apa pun ya, yang jelas intinya kita menghargai yang namanya bahtera rumah tangga, selesaikan satu per satu masalahnya," kata Tommy Tri Yunanto saat ditemui di Polda Metro Jaya belum lama ini.
Lebih lanjut, Tommy juga membantah anggapan bahwa dirinya mendorong Insanul untuk menjalani poligami. Dia menilai, keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan kliennya, termasuk jika pada akhirnya harus memilih salah satu pihak.
"Kalau memang terus akhirnya juga dia memilih salah satu pun, itu juga jadi satu pilihannya Insanul juga kan. Jadi kita hargai juga, dan kalau memang dia mau melakukan poligami terus akhirnya juga tidak ada jalan keluarnya juga dia juga harus memilih toh," ujarnya.
Menurut Tommy, hingga saat ini Insanul tidak lagi memikirkan soal poligami. Fokus utama kliennya adalah mencari jalan keluar terbaik dari konflik yang sedang dihadapi, termasuk hubungan dengan Inarasati yang kini terlihat semakin renggang.
"Yang saya tahu sih dia dalam kategori ini dia sudah tidak berbicara masalah yang namanya poligami, ya sampai detik ini ya. Jadi yang ada di benaknya Insanul adalah bagaimana selesaikan ini masalahnya dengan baik, itu aja," katanya.
Di akhir pernyataannya, Tommy meminta publik untuk tidak terlalu jauh mencampuri urusan rumah tangga kliennya. Dia berharap semua pihak dapat memberikan ruang agar masalah tersebut bisa diselesaikan secara baik-baik.










