Raphinha Ngamuk! Sebut Barcelona Dirampok usai Tersingkir dari Liga Champions
MADRID, iNews.id - Raphinha meluapkan kemarahan dan menyebut Barcelona dirampok usai tersingkir dari Liga Champions 2026 akibat keputusan wasit yang dianggap merugikan.
Meski tidak bermain satu menit pun, pemain asal Brasil tersebut menjadi sosok paling vokal setelah kekalahan FC Barcelona dari Atlético Madrid di perempat final.
Raphinha yang absen karena cedera tetap hadir di Stadion Cívitas Metropolitano, Madrid, untuk menyaksikan langsung perjuangan timnya. Dia melihat Barcelona tersingkir dengan agregat 3-2, meski menang 2-1 pada leg kedua.
Tim asuhan Hansi Flick sempat menunjukkan perlawanan kuat. Gol dari Lamine Yamal dan Ferran Torres membuat agregat kembali imbang.
Namun, satu gol penentu dari Ademola Lookman memastikan langkah Atletico Madrid ke semifinal Liga Champions.
Kontroversi Wasit Picu Kemarahan
Momen paling krusial terjadi saat Eric García menerima kartu merah usai pelanggaran terhadap Alexander Sørloth. Keputusan ini langsung memicu reaksi keras dari kubu Barcelona.
"Itu adalah perampokan total," ucapnya tegas.
"Wasit memiliki banyak masalah. Ada keputusan yang sangat aneh. Saya tidak tahu berapa banyak pelanggaran Atletico Madrid yang terjadi tanpa mendapatkan kartu," tuturnya.
Barcelona juga sempat menuntut penalti setelah Dani Olmo dilanggar di babak pertama. Insiden tersebut semakin memperkuat kontroversi dalam pertandingan ini.
Raphinha menilai masalah tidak hanya terjadi pada satu momen. Dia melihat ada serangkaian keputusan yang merugikan timnya sepanjang laga.
"Manusia bisa membuat kesalahan, tetapi jika itu terjadi lagi..." lanjutnya. "Kami memainkan pertandingan yang hebat, tetapi hasil itu diambil dari kami. Terlihat kami harus bekerja tiga kali lebih keras untuk menang."
Kekecewaan Barcelona bukan hal baru. Sebelumnya, klub juga sempat memprotes keputusan wasit di laga Liga Champions lain, meski tidak mendapat tanggapan dari UEFA.
Hasil ini menambah tekanan terhadap Barcelona sekaligus memunculkan sorotan besar terhadap kualitas kepemimpinan wasit di Liga Champions musim 2026.










