Bripda Natanael Tewas Diduga Dianiaya di Mess Polda Kepri, Keluarga Ungkap Kondisinya
BATAM, iNews.id – Duka menyelimuti keluarga Bripda Natanael Simanungkalit. Anggota Polri yang baru lulus pendidikan bintara pada 2025 itu ditemukan tewas di mess Polda Kepri (Kepulauan Riau), Selasa (14/4/2026) dini hari.
Belum diketahui penyebab tewasnya korban, namun diduga menjadi korban penganiayaan seniornya. Hal itu terungkap dari sejumlah luka lebam di beberapa tubuhnya.
Saat ini, jenazah korban berada di ruang jenazah Rumah Sakit (RS) Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kuasa hukum sekaligus kerabat korban, Sudirman Situmeang mengatakan, pihak keluarga menerima kabar duka pada Selasa subuh. Saat itu, pihak kepolisian menginformasikan bahwa korban telah meninggal dunia dan jenazah berada di rumah sakit.
Berdasarkan kondisi tubuh korban, keluarga menduga adanya tindak kekerasan yang dialami Natanael sebelum meninggal dunia. Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya luka lebam di bagian punggung korban.
“Kami meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan mengungkap kasus ini secara transparan,” ujar Sudirman Situmeang.
Keluarga juga menduga insiden tersebut melibatkan oknum di lingkungan tempat korban tinggal. Mereka berharap proses hukum dilakukan secara terbuka dan profesional.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pukul 00.00 WIB di lingkungan mess Polda Kepri. Korban diduga mengalami kekerasan hingga tewas.
Dugaan penganiayaan menguat setelah ditemukan sejumlah luka lebam di bagian punggung korban. Selain itu, beredar informasi adanya keterlibatan beberapa oknum senior dalam kejadian tersebut.
Disebutkan, jumlah terduga pelaku lebih dari satu orang. Hingga kini, informasi tersebut masih dalam tahap pendalaman oleh pihak berwenang.
Kabid Propam Polda Kepri, Kombes Pol Eddwi Kurniyanto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat ini pihaknya tengah memeriksa sejumlah saksi. “Masih kami kumpulkan keterangan. Saksi-saksi sedang diperiksa,” ujar Kombes Eddwi dikutip dari iNews Batam.
Dia belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait identitas maupun jumlah terduga pelaku. Proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.










