Kronologi Bayi 1,5 Tahun Hipotermia di Gunung Ungaran, Diajak Mendaki Orang Tua

Kronologi Bayi 1,5 Tahun Hipotermia di Gunung Ungaran, Diajak Mendaki Orang Tua

Nasional | inews | Senin, 13 April 2026 - 15:50
share

SEMARANG, iNews.id – Seorang bayi perempuan berusia 1,5 tahun mengalami hipotermia parah di Puncak Bondolan, Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (11/4/2026). 

Kondisi balita tersebut kritis setelah cuaca ekstrem melanda kawasan puncak secara tiba-tiba. Tim SAR gabungan yang mendapat informasi tersebut langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi korban.

"Suhu tubuhnya turun drastis, kondisi kritis. Tim Basarnas yang tengah siaga di event Semarang Mountain Race langsung bergerak cepat menuju Puncak Bondolan," ujar keterangan resmi Basarnas melalui unggahan video di akun YouTube @BasarnasOfficial, Minggu (12/4/2026).

Kronologi Kejadian

Diperoleh informasi, korban yang diketahui bernama Lan Lan, warga Candi Golf, Tembalang, Kota Semarang, dibawa oleh kedua orang tuanya mendaki hingga mencapai area puncak sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, kebahagiaan keluarga tersebut berubah menjadi kepanikan saat hujan deras dan suhu dingin yang menggigit membuat kondisi fisik sang bayi menurun drastis. 

Beruntung, saat kejadian tim Basarnas tengah bersiaga khusus untuk mengawal ajang Semarang Mountain Race. Begitu menerima laporan adanya pendaki balita yang kritis, petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi. 

Dalam rekaman video yang beredar, balita malang tersebut terus menangis dan menunjukkan tanda-tanda kedinginan yang hebat. Setibanya di lokasi, petugas SAR langsung melakukan langkah-langkah medis darurat untuk menstabilkan suhu tubuh korban. 

Petugas berupaya keras memberikan penghangatan tubuh (skin-to-skin dan alat pelindung panas) guna menghindari kondisi yang lebih fatal. Setelah kondisi korban mulai menunjukkan tanda-tanda stabil, tim kemudian mengevakuasi bayi tersebut bersama orang tuanya turun melalui jalur Basecamp Perantunan.

"Petugas berupaya keras menghangatkan tubuh korban dan menstabilkan kondisinya. Setelah penanganan awal berhasil, korban dievakuasi turun ke basecamp," lanjut pernyataan tersebut.

Setibanya di Basecamp Perantunan, bayi Lan Lan langsung mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Insiden ini menjadi peringatan keras bagi para pendaki, terutama yang membawa anak kecil, untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca di pegunungan yang sangat cepat dan tidak terduga.

Pihak berwenang mengimbau para pendaki untuk selalu memantau prakiraan cuaca dan melengkapi diri dengan peralatan yang memadai, mengingat risiko hipotermia sangat tinggi bagi anak-anak dan balita di area ketinggian.

Topik Menarik