Hujan Badai Terjang Mojokerto, Pos Polisi hingga Atap Terminal Bus Ambruk

Hujan Badai Terjang Mojokerto, Pos Polisi hingga Atap Terminal Bus Ambruk

Nasional | inews | Minggu, 12 April 2026 - 20:30
share

MOJOKERTO, iNews.id – Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kota Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (12/4/2026) siang. Cuaca ekstrem ini mengakibatkan Pos Polisi Kenanten ambruk hingga melintang di tengah jalur nasional, serta merusak fasilitas di Terminal Kertajaya dan sejumlah papan reklame. 

Meski menimbulkan kerusakan material yang cukup parah, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam rentetan peristiwa tersebut. 

Insiden paling berdampak terjadi di Jalur Nasional Bypass, Kota Mojokerto. Pos Polisi Kenanten milik Polres Mojokerto yang sedianya digunakan untuk Operasi Ketupat Semeru 2026, roboh diterjang angin kencang. Pos berupa tenda besar tersebut ambruk ke tengah jalan hingga menutup akses kendaraan. 

Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Mojokerto menuju Surabaya maupun sebaliknya sempat mengalami kemacetan panjang. Polisi terpaksa melakukan pengalihan arus kendaraan masuk ke wilayah kota untuk mengurai antrean. 

"Kejadiannya sekitar jam 2 siang, angin kencang sekali sampai warga panik. Pos polisi itu langsung ambruk ke tengah jalan," ujar Fendi, salah seorang warga di lokasi kejadian. 

Petugas kepolisian dibantu warga sekitar langsung berjibaku menyingkirkan material tenda dari badan jalan. Jalur nasional baru kembali normal sekitar satu jam kemudian setelah proses evakuasi tuntas. 

Dampak angin kencang juga dirasakan di Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto. Atap asbes di ruang tunggu penumpang ambruk berantakan. Beruntung, saat kejadian para penumpang dan pedagang sudah lebih dulu mengamankan diri menjauhi lokasi. 

Kerusakan atap asbes juga dilaporkan terjadi di jalur bus Trans Jatim serta jalur bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Meski mengalami kerusakan di beberapa titik, pihak pengelola terminal memastikan pelayanan terhadap penumpang tetap berjalan normal.

Di lokasi lain, tepatnya di Jalan Wijaya Kusuma, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, dua papan reklame berukuran besar juga dilaporkan ambruk. Warga yang berada di bawah reklame sempat berlarian menyelamatkan diri sesaat sebelum rangka besi tersebut roboh. 

Pihak BPBD dan kepolisian setempat terus melakukan pendataan terkait dampak kerusakan akibat angin kencang ini. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada saat berkendara di tengah cuaca ekstrem, mengingat potensi pohon tumbang dan kerusakan papan reklame masih cukup tinggi di wilayah Mojokerto dan sekitarnya.

Topik Menarik