Kabar Duka! Legenda Timnas Indonesia Sutan Harharah Meninggal Dunia
JAKARTA, iNews.id – Sutan Harharah, legenda sepak bola Timnas Indonesia meninggal dunia pada Sabtu (11/4/2026) pukul 01.30 WIB. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi sepak bola nasional.
Kabar wafatnya Sutan Harharah beredar melalui pesan yang dibagikan mantan pelatih PSM Makassar, Syamsuddin Umar, di grup Whatsapp Rembuk Sepak Bola Nasional pada pagi hari.
Pesan tersebut menyampaikan informasi meninggalnya sosok yang dikenal sebagai bek tangguh era 1970-an itu. Informasi ini langsung menyebar luas di kalangan insan sepak bola Indonesia.
“Inna lillaahi wa inna ilayhi rojiun. Telah meninggal dunia, sutan Harharah pada pukul 01.30 WIB,” bunyi pesan tersebut.
Pesan tersebut juga disertai doa untuk almarhum serta keluarga yang ditinggalkan.
“Allahumaghfirlahum warhamhum wa 'afihi wa'fuanhum, aamiin. Dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan kekuatan, aamiin.”
Profil Sutan Harharah, Bek Serbabisa Timnas Indonesia
Rekor Pertemuan Anthony Ginting vs Wang Tzu Wei Jelang Bentrok di 16 Besar Swiss Open 2026
Sutan Harharah lahir di Jakarta pada 19 Agustus 1952. Dia dikenal sebagai pemain sepak bola Indonesia era 1970-an yang berposisi sebagai bek sayap dan defender serbabisa.
Dia mengawali karier bersama Indonesia Muda sebelum bergabung dengan Jayakarta pada 1973. Penampilannya langsung mencuri perhatian dan mendapat pujian dari pemain besar seperti Iswadi Idris yang menilai dia sebagai pemain berbakat.
Kariernya semakin menonjol saat membela Persija Jakarta pada periode 1972 hingga 1979. Dia menjadi bagian penting dalam keberhasilan Persija meraih gelar juara Perserikatan pada 1973 dan 1975.
Selain itu, dia juga membawa tim PON DKI Jakarta meraih medali emas pada PON 1974. Di level tim nasional, dia menjadi bagian penting lini pertahanan Indonesia selama hampir delapan tahun.
Sutan Harharah dikenal sebagai bek yang mampu bermain di berbagai posisi, baik sebagai libero, bek kanan, maupun bek kiri. Meski dominan menggunakan kaki kanan, dia tetap tampil solid di kedua sisi pertahanan.
Namanya semakin dikenal saat memperkuat Timnas Indonesia dalam berbagai pertandingan internasional. Salah satu momen penting terjadi pada 1974 saat Indonesia mengalahkan Uruguay 2-1.
Dia juga memiliki pengalaman menghadapi klub-klub besar dunia seperti Ajax Amsterdam, Manchester United, Rapid Vienna, dan Rosario Central. Saat menghadapi Ajax, dia pernah mengawal pemain lawan hingga kesulitan berkembang.
Setelah pensiun sebagai pemain, dia melanjutkan karier sebagai pelatih sejak 1985. Dia pernah menangani sejumlah klub seperti Persikabo, Persikota, Persegi Gianyar, PSMS Medan, PSIS Semarang, dan Semen Padang.
Saat melatih PSMS, dia turut berperan dalam mengorbitkan pemain seperti Mahyadi Panggabean, Saktiawan Sinaga, Markus Horison, dan Legimin Rahardjo ke Timnas Indonesia.
Dia juga sempat menangani Persela Lamongan dalam kompetisi Indonesia Soccer Championship A. Selain itu, pada 1 Juli 2010, dia dipercaya menjabat sebagai Direktur Teknik PSSI.
Kepergian Sutan Harharah menjadi kehilangan besar bagi sepak bola Indonesia. Namanya dikenang sebagai salah satu bek terbaik yang pernah dimiliki Timnas Indonesia.










