Real Madrid Ditahan Girona, Arbeloa Langsung Salahkan Wasit

Real Madrid Ditahan Girona, Arbeloa Langsung Salahkan Wasit

Olahraga | inews | Sabtu, 11 April 2026 - 06:41
share

MADRID, iNews.id – Real Madrid ditahan Girona 1-1 pada jornada ke-31 Liga Spanyol 2025-2026 di Santiago Bernabeu, Sabtu (11/4/2026) dini hari WIB. Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa langsung menyalahkan keputusan wasit dan Video Assistant Referee (VAR) yang dinilai merugikan timnya.

Arbeloa meluapkan kekecewaannya terutama pada momen ketika Kylian Mbappe tidak mendapatkan penalti. Dia menilai insiden tersebut sangat jelas dan seharusnya tidak perlu diperdebatkan.

“Itu penalti di sini dan bahkan di bulan,” ujarnya usai laga, dikutip dari Goal.  

“Saya tidak mengerti kapan VAR digunakan, sepertinya hanya dipakai saat sesuai keinginan mereka. Hari ini makin menguatkan keyakinan saya jika kami sering dirugikan musim ini.”

Hasil imbang ini membuat Real Madrid kehilangan poin penting dalam persaingan papan atas. Los Blancos yang berada di peringkat kedua masih tertinggal enam poin dari Barcelona di puncak klasemen. 

Meski begitu, Arbeloa tidak ingin menyalahkan pemain secara individu. Dia menegaskan tetap percaya pada kualitas Kylian Mbappe dan Vinicius Junior. Dia menyebut keduanya masih termasuk pemain terbaik di dunia saat ini.

“Saya tidak khawatir dengan dua pemain yang termasuk lima terbaik di dunia. Masalahnya ada pada permainan kolektif saat menghadapi blok rendah. Kami harus berkembang sebagai tim,” tuturnya.

Menurutnya, tim harus memperbaiki cara membongkar pertahanan rapat lawan. Dia melihat ini sebagai pekerjaan bersama, bukan hanya tanggung jawab lini depan.


Fokus Liga Champions dan Misi ke Jerman

Arbeloa langsung mengalihkan fokus ke laga penting Liga Champions melawan Bayern Munchen. Dia optimistis Real Madrid bisa bangkit dan membalikkan keadaan.

“Kami punya waktu cukup untuk menganalisis kesalahan dan memperbaikinya. Kami ke Jerman hanya untuk menang,” katanya.

Dia juga menegaskan skuadnya penuh keyakinan meski banyak pihak menganggap peluang mereka kecil. Real Madrid, kata dia, punya sejarah besar yang selalu jadi pembeda.

“Mungkin ada yang menganggap comeback mustahil, tapi kami akan datang dengan 25 pemain yang percaya diri bisa lolos. Mereka akan menghadapi sejarah dan kebesaran jersey ini,” tegasnya.

Arbeloa turut memuji performa Jude Bellingham yang dinilai kembali ke bentuk terbaiknya. Dia juga puas dengan peran Eduardo Camavinga di lini tengah yang memberi fleksibilitas taktik.

Dalam perburuan gelar LaLiga, Arbeloa belum menyerah. Dia menegaskan timnya akan terus berjuang hingga peluang benar-benar tertutup.

“Saya hanya akan merasa kami kehilangan gelar saat sudah tidak mungkin lagi. Sampai saat itu, kami akan terus berjuang demi setiap poin,” ucapnya.

Topik Menarik