Detik-Detik Mengerikan Balita di Ponorogo Terseret Banjir 100 Meter, Ibu Histeris

Detik-Detik Mengerikan Balita di Ponorogo Terseret Banjir 100 Meter, Ibu Histeris

Nasional | inews | Sabtu, 11 April 2026 - 02:15
share

PONOROGO, iNews.id – Rekaman CCTV memperlihatkan momen memilukan saat seorang balita di Ponorogo, Jawa Timur, terseret banjir, Jumat (10/4/2026). Korban berhasil dievakuasi warga dalam kondisi kritis.

Peristiwa tragis ini terjadi di Jalan Pramuka, Kelurahan Kertosari, Ponorogo, saat wilayah tersebut diguyur hujan deras yang memicu banjir di sejumlah ruas jalan. 

Kejadian bermula saat korban bernama Mahiya Aurora sedang berada di sebuah bengkel tambal ban bersama kakak dan ibunya, Tantin. Saat sang ibu fokus menunggu proses menambal ban, korban dan kakaknya bermain di dekat selokan yang airnya sedang meluap dan berarus deras. 

Dalam rekaman CCTV, terlihat korban tiba-tiba terpeleset dan masuk ke dalam selokan. Menyadari anaknya hilang ditelan arus, sang ibu langsung menjerit histeris meminta pertolongan warga sekitar. 

"Ibunya jerit-jerit histeris karena anaknya masuk selokan. Arusnya memang sedang sangat deras karena banjir," ujar Ali Mustofa, tukang tambal ban yang menjadi saksi mata di lokasi kejadian. 

Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung sigap melakukan pengejaran. Mereka mencoba mencegat tubuh korban di ujung selokan. Perjuangan warga membuahkan hasil; sekitar 100 meter dari lokasi awal, tubuh balita tersebut berhasil ditemukan dan diangkat dari dasar selokan. 

"Warga lari mengejar dan mencegat di bawah. Alhamdulillah ketemu, tapi kondisinya sudah lemas dan sekarat karena terseret cukup jauh," kata Yahdi, saksi lainnya yang ikut membantu evakuasi. 

Usai berhasil diangkat, korban yang dalam kondisi tak sadarkan diri langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Aisiyah Ponorogo untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.

Hingga Jumat malam, Mahiya Aurora dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di ruang IGD. Tim medis terus berupaya maksimal memulihkan kondisi korban yang sempat terendam air dalam waktu cukup lama. Pihak keluarga masih tampak syok dan terus mendampingi korban di rumah sakit. 

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat cuaca ekstrem dan banjir melanda permukiman.

Topik Menarik