Kronologi Siswa SMP di Siak Tewas Kena Ledakan Senapan Rakitan sat Ujian Praktik Sains

Kronologi Siswa SMP di Siak Tewas Kena Ledakan Senapan Rakitan sat Ujian Praktik Sains

Nasional | inews | Sabtu, 11 April 2026 - 03:33
share

SIAK, iNews.id – Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya seorang siswa SMP di Kabupaten Siak, Riau, berinisial MA akibat terkena ledakan senapan rakitan saat mengikuti ujian praktik sains di sekolah.

Insiden tersebut terjadi di lapangan SMP Sains Tahfiz Islamic Center Siak saat para siswa kelas sembilan sedang memperagakan hasil karya praktik mereka. 

Pasca-kejadian, jajaran Polres Siak langsung bergerak cepat dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas telah mengamankan barang bukti berupa sisa-sisa komponen senapan rakitan tersebut untuk diteliti lebih lanjut. 

Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan, masih mendalami prosedur pengawasan dalam ujian praktik tersebut. 

"Kami sedang melakukan penyelidikan mendalam dan telah meminta keterangan dari sejumlah guru yang berada di lokasi saat kejadian," ujar AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, Jumat (10/4/2026). 

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula ketika korban, MA, hendak memperagakan hasil praktik sains berupa senapan rakitan di hadapan guru dan rekan-rekannya. Namun nahas, saat alat tersebut dioperasikan, terjadi ledakan hebat yang tidak terduga. 

Ledakan tersebut mengakibatkan korban mengalami luka sangat serius di bagian kepala. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis darurat, nyawa remaja tersebut tidak berhasil diselamatkan. 

Insiden maut yang terjadi di depan mata para siswa lainnya tentu menyisakan trauma mendalam. Menanggapi hal tersebut, Polres Siak menerjunkan tim psikolog untuk melakukan kegiatan trauma healing.

Langkah ini diambil untuk membantu memulihkan kondisi psikologis para siswa dan staf pengajar yang terguncang pasca-melihat insiden tragis tersebut. Hingga saat ini, area lapangan sekolah masih dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. 

Pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait standar keamanan dalam ujian praktik sains yang menggunakan bahan atau alat berisiko tinggi tersebut.

Topik Menarik