Prabowo Resmikan Pabrik Mobil Listrik di Magelang Besok, Bisa Produksi 3.000 Unit
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan pabrik mobil listrik di Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (9/4/2026) besok. Peresmian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong percepatan transisi menuju energi baru terbarukan (EBT).
“Ya, jadi memang besok Bapak Presiden ada agenda, ada rencana untuk meresmikan salah satu pabrik yang memproduksi kendaraan berbasis listrik,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Prasetyo menjelaskan, pemerintah terus mendorong transformasi budaya, baik dalam bekerja maupun bertransportasi, agar tidak lagi bergantung pada bahan bakar fosil. Dia menekankan pentingnya percepatan peralihan ke energi ramah lingkungan, seiring dinamika geopolitik global yang turut memengaruhi harga BBM dunia.
“Kita memang kemudian harus bekerja keras untuk sesegera mungkin ya mengubah budaya kita, mengubah cara bekerja kita dengan kemudian kita mesti beralih ke energi berbasis fosil menjadi energi-energi baru terbarukan atau EBT yang salah satunya adalah berbasis listrik,” katanya.
Lebih lanjut, Prasetyo mengungkapkan pabrik yang akan diresmikan tersebut memproduksi berbagai alat transportasi berbasis listrik seperti bus dan truk. Kapasitas produksinya disebut cukup besar, mencapai sekitar 3.000 unit.
“Kalau berdasarkan laporan, kapasitas produksinya cukup besar, kalau saya tidak salah di kemampuan di 3.000 unit. Nah itu kan nanti secara bisnis kita lihat apakah itu memang sudah ada kontrak-kontrak,” katanya.
Prasetyo menilai, kehadiran industri kendaraan listrik dalam negeri merupakan langkah positif dalam mendukung transformasi sektor transportasi. Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi publik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Kepada siapa pun, maka ini adalah salah satu langkah yang yang benar gitu. Budaya kerja kita coba ubah, coba kita efisienkan, kan begitu. Satu sisi harus ada penggantinya, substitusinya. Kita kalau mengurangi penggunaan kendaraan pribadi harus lari ke misalnya public transportation. Nah public transportation alhamdulillah kalau sudah ada yang juga berbasis listrik,” ujarnya.









