Aktivitas Gunung Slamet Meningkat, Jalur Pendakian via Baturaden Ditutup

Aktivitas Gunung Slamet Meningkat, Jalur Pendakian via Baturaden Ditutup

Nasional | inews | Selasa, 7 April 2026 - 16:03
share

BANYUMAS, iNews.id – Jalur pendakian Gunung Slamet via Baturaden, Kabupaten Banyumas, ditutup sementara menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut. Saat ini, gunung berketinggian 3.432 mdpl itu naik status dari level normal ke waspada. 

Penutupan dilakukan karena aktivitas vulkanik meningkat dan dinilai berbahaya dalam radius 3 kilometer dari puncak. Jalur tersebut dikenal sebagai jalur favorit pendaki menuju puncak Gunung Slamet.

Ketua Pos Baturaden Lestari, Daryono, menjelaskan penutupan dilakukan berdasarkan peningkatan aktivitas gunung.

"Mendengar, melihat dan menyaksikan adanya kenaikan suhu di puncak atau keterangan dari BMKG sehingga membahayakan pendaki pada radius 3 km. Untuk menjamin keselamatan dan agar tidak terjadi sesuatu hal pada pendaki, maka kami selaku pengelola pendakian Gunung Slamet via Baturaden ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan," katanya, Selasa (7/4/2026).

Dia mengatakan, penutupan jalur pendakian ini berlaku hingga waktu yang belum ditentukan. Selain Baturaden, sejumlah jalur lain juga ikut ditutup.

Sejak penutupan diberlakukan, aktivitas di pos tersebut terlihat sepi. Tidak ada lagi pendaki yang melakukan perjalanan ke puncak. 

Sebelumnya, sebanyak 21 pendaki terpaksa turun dari Gunung Slamet. Mereka berasal dari Jakarta dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). 

Para pendaki tersebut sudah berada di puncak saat pengumuman kenaikan status Gunung Slamet. Demi keselamatan, mereka langsung turun melalui jalur Baturaden.

Diketahui, Gunung Slamet merupakan gunung aktif yang berada di lima wilayah kabupaten, yakni Banyumas, Purbalingga, Pekalongan, Pemalang dan Brebes. Gunung ini dikenal memiliki karakter letusan strombolian. Letusan tersebut biasanya memuntahkan material ke sekitar kawah. 

Dampaknya, hujan abu dan kerikil berpotensi menyebar ke wilayah sekitar. Kondisi ini menjadi alasan utama penutupan jalur pendakian. 

Gunung Slamet saat ini berstatus level waspada yang menjadi peringatan bagi masyarakat dan pendaki untuk tidak mendekati kawasan puncak demi keselamatan.

Topik Menarik