Fakta Baru Siswa SMP di Sragen Tewas Dianiaya Teman Sekolah, Berawal dari Ejekan

Fakta Baru Siswa SMP di Sragen Tewas Dianiaya Teman Sekolah, Berawal dari Ejekan

Nasional | inews | Kamis, 9 April 2026 - 15:29
share

SRAGEN, iNews.id - Kasus kematian siswa SMP di Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, akhirnya menemui titik terang. Polisi mengungkap pelaku kekerasan yang menyebabkan korban tewas ternyata bertindak seorang diri.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menegaskan, tidak ada keterlibatan pihak lain dalam insiden tragis tersebut.

“Perbuatan kekerasan dilakukan oleh pelaku atas nama DTP sendirian, tanpa ada yang menyuruh, membantu atau turut serta,” ujarnya iNews Joglo Semar, Kamis (9/4/2026).

Korban berinisial WAP (14) tewas setelah mengalami kekerasan fisik di lingkungan sekolah pada Selasa (7/4/2026) siang. Peristiwa terjadi di SMPN 2 Sumberlawang saat kegiatan belajar mengajar tidak berlangsung atau jam kosong sekitar pukul 12.00 WIB.

Saat itu, sejumlah siswa berada di luar kelas tanpa pengawasan guru, termasuk pelaku dan korban. Situasi yang awalnya biasa berubah menjadi konflik spontan setelah terjadi ejekan di antara siswa.

Ketegangan meningkat hingga berujung perkelahian antara korban dan pelaku di area sekolah, yang diduga terjadi di sekitar kamar mandi. Seusai perkelahian, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan sempat membuat suasana sekolah panik.

Berdasarkan hasil autopsi dan Scientific Crime Investigation, korban meninggal akibat cedera serius di bagian kepala. Cedera tersebut menyebabkan gangguan fatal pada sistem pernapasan hingga akhirnya merenggut nyawa korban.

“Penyidik masih menelusuri lebih jauh, tidak hanya berhenti pada kejadian di lokasi,” ujar Kapolres.

Dalam proses hukum, pelaku telah ditetapkan sebagai anak berhadapan dengan hukum. Karena masih di bawah umur, pelaku tidak ditahan dan akan menjalani proses pembinaan serta pengawasan selama penyidikan berlangsung.

Polisi memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan berbasis alat bukti ilmiah. Sementara itu, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya konflik sebelumnya yang menjadi pemicu insiden tersebut.

Topik Menarik