Tampang Andre The Doctor, Pemasok Narkoba Ko Erwin yang Ditangkap di Malaysia
JAKARTA, iNews.id - Bareskrim Polri menangkap buronan bandar narkoba Andre Fernando alias The Doctor yang sempat membantu pelarian bandar Erwin Iskandar alias Ko Erwin. Andre ditangkap tim gabungan di Penang, Malaysia, Minggu (5/4/2026).
Berdasarkan pantauan, terlihat Andre Fernando alias The Doctor tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026) sekitar pukul 19.25 WIB.
Setibanya di Gedung Bareskrim, terlihat dia diturunkan dari mobil dan diarahkan untuk duduk di kursi roda. Terlihat kedua kakinya diperban saat diturunkan.
Kemudian, dia pun digiring ke ruangan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dengan pengawalan ketat dari anggota polri. Dia tampak tertunduk lesu saat digiring anggota kepolisian.
Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan, Andre ditangkap tim gabungan Bareskrim dan Hubinter Polri di Penang Malaysia kemarin.
Bansos, THR, hingga Diskon Transportasi dan Belanja Pacu Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026
"Bahwa benar, pada hari Minggu tanggal 5 April 2026, DPO atas nama Andre Fernando alias Charlie alias The Doctor berhasil ditangkap oleh tim gabungan," ujar Eko Hadi dalam keterangan tertulis.
Diketahui, Andre merupakan distributor yang menyediakan sabu kepada bandar narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin.
Andre Fernando menjadi DPO dalam kasus narkotika yang melibatkan bandar narkoba Ko Erwin. Kasus Ko Erwin turut menyeret mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro dan mantan Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi.
Andre disebut merupakan sosok yang menyediakan sabu yang dibeli Ko Erwin untuk diedarkan di wilayah Bima, NTB. Ko Erwin diketahui 2 kali melakukan transaksi kepada Andre pada Januari 2026.
Transaksi pertama senilai Rp400 juta per 2 kg sabu. Kemudian, transaksi kedua Rp400 juta dengan sabu yang diterima seberat 3 kg.
"Ko Andre atau 'The Doctor' menyediakan narkoba berbagai jenis diantaranya sabu, vape yang mengandung etomidate dan happy water," ucapnya.
Ko Andre, kata Eko, memiliki jaringan di daerah Riau. Dia memasukkan cartridge vape yang mengandung etomidate dengan merek Ferarri dan Lamborgini melalui jalur laut dari Malaysia melewati Dumai, Riau.
"Sedangkan untuk (pengiriman) narkotika jenis sabu pengirimannya kebanyakan menggunakan kargo uang di-packing (lalu) dimasukkan ke dalam boneka dan dibungkus dalam kotak kado," tuturnya.










