Kapolda Maluku Utara Tegaskan Pembunuhan di Halmahera Tengah Bukan Konflik SARA
HALMAHERA TENGAH, iNews.id - Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono menegaskan kasus pembunuhan di Kabupaten Halmahera Tengah bukan konflik SARA. Peristiwa yang terjadi di kawasan hutan Desa Banemo itu diduga dipicu provokasi dan informasi yang belum terbukti kebenarannya.
Kapolda menyampaikan hal tersebut untuk meredam kekhawatiran masyarakat. Dia meminta warga tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu yang berkembang.
“Kami tegaskan bahwa ini bukan konflik SARA. Ada indikasi kuat kejadian ini dipengaruhi oleh provokasi dan penyebaran informasi yang belum tentu benar, sehingga memicu tindakan yang tidak dapat dibenarkan secara hukum,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Dia mengakui masyarakat memiliki kekhawatiran karena sebelumnya pernah terjadi insiden di kawasan hutan tersebut pada periode 2021 hingga 2023. Namun, pihaknya memastikan kasus saat ini akan ditangani secara profesional.
Kapolda Malut menegaskan penyelidikan akan dilakukan secara mendalam dan objektif. Polisi juga akan mengutamakan keterangan dari korban selamat sebagai rujukan utama.
“Kami akan kembali menelusuri seluruh fakta, termasuk keterangan dari korban selamat yang tentu memiliki nilai penting karena mengalami langsung kejadian tersebut. Ini menjadi rujukan yang lebih dapat dipertanggungjawabkan dibandingkan informasi yang tidak bersumber dari pengalaman langsung,” katanya.
Selain itu, masyarakat diminta lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Isu yang tidak jelas kebenarannya dikhawatirkan dapat memperkeruh situasi.
“Informasi yang tidak didasarkan pada fakta atau pengalaman langsung perlu disikapi dengan hati-hati. Jangan sampai isu yang tidak jelas justru memperkeruh situasi dan menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ucapnya.
Kapolda juga memastikan hingga saat ini tidak ada bukti yang mengarah pada keterlibatan kelompok masyarakat desa tertentu. Polisi masih terus mengumpulkan fakta di lapangan.
“Kami tegaskan, tidak ada histori yang menyebutkan pelaku berasal dari warga atau masyarakat desa tertentu. Termasuk dalam kasus terbaru ini, belum ada petunjuk yang mengarah ke sana,” ujarnya.
Dia juga menyoroti adanya indikasi pihak tertentu yang mencoba memperkeruh situasi. Baik melalui aktivitas di lapangan maupun penyebaran informasi di media sosial.
“Kami melihat ada indikasi provokasi. Ini akan kami dalami. Siapa pun yang mencoba memecah belah dan memperkeruh situasi akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” katanya.
Untuk mempercepat pengungkapan kasus, Mabes Polri akan menurunkan tim khusus. Langkah ini diharapkan dapat memperjelas rangkaian peristiwa konflik warga ini secara objektif.
Kapolda mengajak masyarakat untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus kepada aparat. Dia memastikan polisi bekerja maksimal mengungkap kejadian tersebut.










