Kecelakaan di Mojokerto, Truk Tangki Air Terguling gegara Sopir Mengantuk
MOJOKERTO, iNews.id – Kecelakaan tunggal menimpa sebuah truk tangki air di Jalan Raya Mojosari-Krian, tepatnya di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Senin (6/4/2026). Truk tersebut terguling setelah menghantam median jalan, menyebabkan sang sopir mengalami luka serius di bagian kepala.
Insiden ini sempat memicu kemacetan panjang lantaran muatan air dan tumpahan solar meluber ke badan jalan, membahayakan pengendara yang melintas.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, truk tangki yang dikemudikan oleh Slamet, warga Kecamatan Jetis, Mojokerto, melaju dari arah Mojosari menuju Krian, Sidoarjo. Namun, sejak dari kejauhan, laju kendaraan tersebut sudah tampak tidak stabil.
"Dari arah selatan sudah kelihatan oleng. Tiba-tiba truk lari ke kanan, menabrak trotoar median jalan di tengah itu, lalu langsung guling. Ban belakangnya sampai patah," ujar Zuki, seorang saksi mata yang saat kejadian sedang mengatur parkir di depan lokasi, Senin (6/4/2026).
Kemenhaj: 14.796 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air Pasca Perang AS-Israel dengan Iran
Benturan keras tersebut membuat badan truk melintang di tengah jalan. Sopir truk, Slamet, terjepit di dalam kabin dan mengalami luka robek cukup dalam di kepala sebelum akhirnya berhasil dievakuasi warga.
Kecelakaan ini tidak hanya merusak infrastruktur jalan, tetapi juga menyebabkan kebocoran tangki bahan bakar. Solar yang tercecer di aspal membuat jalanan menjadi sangat licin dan rawan menyebabkan kecelakaan susulan bagi pengendara motor.
Mengantisipasi hal tersebut, satu unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) diterjunkan ke lokasi untuk menyemprot sisa tumpahan solar dan air.
Korban yang mengalami luka serius di kepala langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. dr. Soekandar, Mojosari, untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Unit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto telah tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Dugaan sementara, kecelakaan dipicu oleh kondisi sopir yang mengantuk berat sehingga kehilangan kendali atas kendaraannya.
Polisi mengimbau para pengguna jalan, terutama pengemudi kendaraan besar, untuk beristirahat sejenak jika merasa lelah atau mengantuk demi keselamatan bersama di jalan raya.










