5 Tips Berkendara Hemat BBM, Ini Harus Diperhatikan agar Pengeluaran Tak Membengkak
JAKARTA, iNews.id – Harga energi yang fluktuatif di tengah konflik global membuat banyak pengendara mulai mencari cara menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Hemat BBM tidak hanya bergantung pada jenis kendaraan, tetapi ditentukan perawatan mesin dan gaya berkendara sehari-hari.
Pembalap reli nasional, Rifat Sungkar membagikan sejumlah langkah sederhana yang bisa diterapkan pengendara agar konsumsi BBM lebih efisien. Dia menekankan dua faktor dalam konsumsi BBM, yakni kondisi kendaraan dan perilaku saat mengemudi.
Berikut lima tips penting yang bisa diterapkan untuk menghemat BBM agar pengeluaran tidak membengkak:
1. Pastikan Mesin Selalu dalam Kondisi Prima
Menurut Rifat, kondisi mesin menjadi faktor utama yang memengaruhi boros atau tidaknya konsumsi BBM. Mesin yang terawat akan bekerja lebih efisien dibandingkan mesin yang sudah mengalami penurunan performa.
“Paling menentukan adalah putaran mesin. Kalau mesin dalam kondisi capek, konsumsi bensin pasti berbeda,” kata Rifat dalam keterangan pers Jumat (3/4/2026).
Dia menyarankan agar pemilik kendaraan rutin menggunakan pelumas yang sesuai, membersihkan injektor, memastikan fuel filter tetap bersih, serta menjaga sistem pengapian seperti busi agar tetap optimal. “Mobil modern itu walau sudah canggih tetap membutuhkan perawatan agar tetap berada di titik optimal,” ujarnya.
2. Hindari Gaya Berkendara Agresif
Selain mesin, cara mengemudi juga sangat berpengaruh terhadap konsumsi BBM. Rifat menilai kebiasaan berkendara agresif menjadi salah satu penyebab utama bahan bakar cepat habis.
“Kalau nyetirnya nempel mobil depan, rem-gas terus, itu pasti boros,” kata Rifat.
Dia menyarankan pengemudi untuk mengemudi secara halus dan menjaga ritme kendaraan tetap stabil. Menghindari pola stop-and-go berlebihan serta menjaga jarak aman dinilai efektif menekan konsumsi BBM. “Lalu tetap menjaga jarak aman dan hindari gaya berkendara stop-and-go yang terlalu sering. Itu semua dapat membantu kita menghemat BBM secara signifikan,” katanya.
3. Jaga RPM Tetap Rendah
Rifat juga menekankan pentingnya menjaga putaran mesin tetap rendah dengan kecepatan yang optimal. Semakin tinggi RPM, semakin besar energi yang dibutuhkan kendaraan.
“Prinsipnya bukan gaspol. Tapi bagaimana kecepatan itu setinggi mungkin di RPM serendah mungkin,” ujarnya.
Untuk mobil bertransmisi otomatis, dia menyebut sistem gearbox umumnya sudah dirancang untuk mencari titik efisiensi terbaik. Pengemudi juga bisa memanfaatkan mode berkendara “eco” jika tersedia.
4. Gunakan Gigi Secara Tepat untuk Mobil Manual
Pada mobil manual, pemilihan gigi yang tepat sangat penting untuk efisiensi BBM. Rifat menyarankan pengemudi menggunakan gigi tinggi dengan RPM rendah agar konsumsi bahan bakar tetap hemat.
“Kalau mau efisien, jangan pertahankan gigi rendah di RPM tinggi. Harus ada penyesuaian,” kata Rifat.
5. Ubah Pola Pikir Berkendara
Lebih jauh, Rifat menilai efisiensi bahan bakar juga dipengaruhi oleh pola pikir pengemudi. Dia menekankan bahwa sedikit mengorbankan tenaga dapat memberikan dampak besar pada penghematan energi.
Kombinasi perawatan kendaraan yang tepat dan gaya berkendara yang bijak, penghematan BBM bukan hal sulit untuk dicapai. Selain mengurangi pengeluaran, langkah ini juga membantu penggunaan energi yang lebih berkelanjutan.
Rifat menambahkan, kapasitas tangki kendaraan sejatinya sudah disesuaikan dengan kebutuhan harian. Motor umumnya memiliki tangki 3–7 liter, sedangkan mobil berkisar 35–60 liter. “Ini semua bisa kita lakukan,” ujar Rifat.




