Bukan Pakai Senjata, Macron Ingin Konsultasi dengan Iran untuk Buka Selat Hormuz

Bukan Pakai Senjata, Macron Ingin Konsultasi dengan Iran untuk Buka Selat Hormuz

Terkini | inews | Jum'at, 3 April 2026 - 03:02
share

SEOUL, iNews.id - Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan pembukaan Selat Hormuz tidak bisa dilakukan dengan kekuatan militer, melainkan berunding dengan Iran. Dia menolak pendekatan kekerasan sebagaimana diusulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dinilai justru akan memperburuk situasi.

“Yang kami sampaikan sejak awal adalah selat ini harus dibuka kembali karena strategis untuk pasokan energi, pupuk, dan perdagangan internasional, tapi itu hanya bisa dilakukan dengan berkonsultasi dengan Iran,” kata Macron, saat berkunjung ke Korea Selatan, Kamis (2/4/2026).

Macron juga menolak keras usulan penggunaan militer untuk membuka jalur vital tersebut. Menurut dia, langkah itu tidak realistis karena berisiko tinggi.

“Ini akan memakan waktu sangat lama serta bisa menyebabkan semua orang yang melintasi selat tersebut menghadapi risiko Garda Revolusi dan rudal balistik,” ujarnya, dikutip dari Reuters.

Pernyataan Macron sekaligus menjadi respons atas dorongan Trump yang sebelumnya meminta negara-negara NATO, termasuk Prancis, mengirim kapal perang untuk mengamankan Selat Hormuz.

“Beberapa orang membela usulan untuk membebaskan Selat Hormuz dengan paksa melalui operasi militer, suatu sikap yang kadang-kadang diungkapkan oleh Amerika Serikat, meski bervariasi,” kata Macron.

Namun, dia menegaskan Prancis tidak pernah mendukung opsi militer tersebut karena dinilai “tidak masuk akal”. Macron juga menekankan stabilitas kawasan hanya bisa dicapai melalui jalur diplomasi.

Topik Menarik