Kondisi Terkini Halmahera Barat usai Gempa Dahsyat M 7,3, Warga Masih Bertahan di Bukit
HALMAHERA BARAT, iNews.id – Kepanikan luar biasa melanda ratusan warga di pesisir pantai Halmahera Barat, Maluku Utara, usai guncangan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,3 mengguncang wilayah tersebut, Kamis (2/4/2026). Warga berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.
Langkah evakuasi mandiri ini dilakukan menyusul adanya peringatan dini siaga tsunami yang dikeluarkan oleh BMKG. Warga khawatir guncangan dahsyat tersebut akan memicu gelombang pasang yang menerjang permukiman mereka.
Pantauan di lokasi, ratusan warga Desa Saria, Kecamatan Jailolo, yang bermukim tepat di bibir pantai langsung bergerak mencari tempat tinggi. Dengan membawa barang berharga seadanya, mulai dari pakaian hingga dokumen penting, warga tampak memadati jalur menuju perbukitan.
Rasa trauma menyelimuti warga yang merasakan getaran gempa begitu kuat. Mereka memilih bertahan di ketinggian hingga ada informasi resmi bahwa situasi benar-benar aman.
"Semua panik, gempa tadi kuat sekali. Kami langsung lari cari tempat tinggi karena takut tsunami. Sekarang kami bertahan dulu di gunung dengan barang seadanya," ujar salah seorang warga Jailolo, Tuti, Kamis (2/4/2026).
Kepala BMKG Ternate, Eriksana Yasa, mengonfirmasi bahwa peringatan siaga tsunami sempat dikeluarkan untuk sejumlah wilayah di Maluku Utara. Fokus utama pengawasan berada di wilayah Ternate, Tidore, dan pesisir Halmahera.
"Peringatan siaga tsunami kami keluarkan untuk wilayah Ternate, Tidore, dan sebagian Halmahera sebagai langkah antisipasi dini pasca-gempa M7,3," kata Eriksana.
Dampak guncangan hebat ini mulai terlihat di sejumlah titik. Laporan sementara menunjukkan beberapa bangunan di Kota Ternate dan Kecamatan Batang Dua mengalami kerusakan, mulai dari retak ringan hingga rusak berat.
Getaran gempa yang kuat juga dirasakan di Kota Tidore. Bahkan, Gedung Polda Maluku Utara di Tidore dilaporkan bergetar hebat saat peristiwa terjadi, membuat para personel dan warga di sekitar area perkantoran berhamburan keluar ruangan.
Hingga kini, BPBD masih melakukan pendataan terkait total kerusakan dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa mencekam ini.










