94 Gempa Susulan Guncang Maluku Utara usai Gempa Dahsyat M 7,6, Warga Takut Masuk Rumah
TERNATE, iNews.id – Aktivitas tektonik di wilayah Maluku Utara pasca-gempa berkekuatan Magnitudo 7,6 belum menunjukkan tanda-tanda berhenti. Hingga Kamis (2/4/2026) siang pukul 12.00 WIB, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 94 kali gempa susulan melanda wilayah tersebut.
Rentetan gempa susulan (aftershocks) ini memiliki magnitudo yang bervariasi dan terus dipantau secara intensif oleh petugas. Guncangan yang terjadi berulang kali ini memicu kecemasan warga yang masih trauma akibat gempa utama.
Berdasarkan data resmi BMKG, aktivitas gempa susulan ini merupakan dampak dari deformasi kerak bumi pasca-gempa utama yang terjadi pada pukul 05.48 WIB. Meskipun kekuatannya cenderung lebih kecil dari gempa utama, intensitasnya yang mencapai puluhan kali dalam waktu singkat menjadi perhatian serius.
"Hingga pukul 12.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 94 aktivitas gempa susulan," tulis keterangan resmi BMKG, Kamis (2/4/2026).
Banyaknya gempa susulan yang dirasakan membuat sebagian besar warga di Ternate dan sekitarnya memilih untuk tetap berada di luar rumah atau di tenda-tenda pengungsian darurat. Mereka khawatir bangunan yang sudah retak akibat gempa M7,6 akan roboh jika kembali diguncang.
Sejumlah fasilitas umum dan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan. Tim reaksi cepat di lapangan masih terus melakukan pendataan terkait total kerugian dan dampak material lainnya.
Gempa utama M7,6 yang memicu puluhan susulan ini merupakan jenis gempa dangkal dengan kedalaman 33 kilometer. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Guncangan ini juga sempat memicu peringatan dini tsunami karena adanya kenaikan muka air laut yang terdeteksi beberapa menit setelah kejadian utama.
Mengingat jumlah gempa susulan yang masih tinggi, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tidak lengah. Warga diminta untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak.
Diketahui, BMKG telah mencabut peringatan dini tsunami usai gempa besar M7,6 menggucang Bitung. Adapun tsunami melanda 9 wilayah usai gempa besar tersebut terjadi. Tsunami tertinggi tercatat 0,75 meter di Minahasa Utara.
BMKG melaporkan episenter gempa terletak pada koordinat 1,25 derajat LU; 126,27 derajat BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 Km arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 km.










