Lamine Yamal Kecewa Berat Suporter Spanyol Menghina Muslim

Lamine Yamal Kecewa Berat Suporter Spanyol Menghina Muslim

Olahraga | inews | Kamis, 2 April 2026 - 13:54
share

BARCELONA, iNews.id - Lamine Yamal menjadi sorotan usai chant anti-Muslim menggema dalam laga Spanyol melawan Mesir yang berakhir imbang tanpa gol.

Pertandingan yang digelar di RCDE Stadium, Barcelona, Kamis, awalnya berjalan datar. Duel dua tim yang sudah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 itu minim peluang, dengan momen paling mencolok hanya kartu merah Hamdy Fathy di menit akhir.

Namun, perhatian publik justru tertuju pada tribunE penonton. Dalam 10 menit awal pertandingan, suporter tuan rumah terdengar menyanyikan chant kontroversial.

“bote, bote, bote musulman el que no bote”
(lompat, lompat, lompat, siapa yang tidak melompat adalah Muslim)

Nyanyian tersebut kembali terdengar beberapa kali, termasuk setelah jeda. Pihak stadion sempat menampilkan peringatan melalui layar besar yang mengingatkan larangan tindakan diskriminatif dalam olahraga.

“Kami mengingatkan Anda, undang-undang untuk mencegah kekerasan dalam olahraga melarang dan menghukum partisipasi aktif dalam tindakan kekerasan, xenofobia, homofobia atau rasisme.”

Alih-alih meredam situasi, peringatan tersebut justru disambut sorakan dari sebagian penonton. Chant itu disebut kerap dinyanyikan suporter Spanyol, meski biasanya ditujukan kepada lawan, bukan agama tertentu.

Situasi menjadi sensitif karena Mesir merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Yamal sendiri memiliki keturunan Maroko dan dikenal sebagai seorang Muslim.

Reaksi Yamal dan Kecaman Keras Tim Spanyol

Menurut laporan Cadena SER, Yamal menjadi satu-satunya pemain Spanyol yang tidak memberikan tepuk tangan kepada suporter usai laga. Dia juga terlihat meninggalkan stadion dengan kepala tertunduk sambil mendapat pengawalan keamanan.

Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) langsung merespons insiden tersebut dengan mengecam keras chant yang terjadi di stadion.

“RFEF mengecam nyanyian tersebut dan telah menginstruksikan untuk menyampaikan pesan melalui pengeras suara stadion yang mengecam segala bentuk kekerasan di lapangan sepak bola.”

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, juga melontarkan kritik tegas. Dia menyebut chant tersebut tidak bisa ditoleransi dan meminta pelaku mendapat sanksi sosial.

Sementara itu, Pedri mengaku para pemain terkejut dengan apa yang terjadi di tribun. Dia menegaskan seluruh pihak harus bekerja sama agar kejadian serupa tidak terulang di stadion.

Kiper Joan Garcia turut menegaskan sikap tim yang menolak segala bentuk diskriminasi. Dia menyebut skuad Spanyol berdiri tegas melawan tindakan tersebut.

Terlepas dari kontroversi, Spanyol tetap menjadi salah satu favorit di Piala Dunia 2026. Mereka dijadwalkan menghadapi Cape Verde pada 15 Juni di Atlanta, sebelum melawan Arab Saudi dan Uruguay di Grup H.

Topik Menarik