Mengejutkan! Italia Bisa Tampil di Piala Dunia 2026 Lewat Jalur Tak Biasa
ROMA, iNews.id - Italia masih memiliki peluang tampil di Piala Dunia 2026 meski kalah dramatis dari Bosnia di babak playoff. Gli Azzurri bisa lolos dari jalur yang tak biasa.
Kekalahan dari Bosnia menjadi pukulan telak bagi Azzurri. Mereka kalah melalui adu penalti 1-4 setelah bermain imbang selama waktu normal dan perpanjangan waktu. Hasil ini memperpanjang catatan buruk Italia yang gagal lolos sejak Piala Dunia 2014.
Tim asuhan Gennaro Gattuso itu sebenarnya memulai laga dengan baik. Gol cepat dari Moise Kean pada menit ke-15 membawa Italia unggul lebih dulu.
Namun, situasi berubah drastis setelah bek Alessandro Bastoni menerima kartu merah menjelang akhir babak pertama. Italia harus bermain dengan 10 orang, yang akhirnya memengaruhi jalannya pertandingan.
Bosnia mampu menyamakan kedudukan lewat gol Haris Tabakovic pada menit ke-79. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir, lalu berlanjut ke babak tambahan tanpa gol.
Tiket Timnas Indonesia FIFA Series 2026 Resmi Dijual, Ini Cara Beli dan Daftar Harga Lengkapnya
Laga akhirnya ditentukan lewat adu penalti. Meski kiper Gianluigi Donnarumma mencoba berbagai cara untuk mengganggu lawan, Bosnia tetap unggul dengan skor telak 4-1.
Gattuso mengaku terpukul dengan hasil tersebut, tetapi tetap memberikan dukungan kepada timnya.
Skenario Kontroversial yang Bisa Selamatkan Italia
Meski gagal di lapangan, Italia masih memiliki peluang kecil untuk tampil di Piala Dunia 2026. Skenario ini berkaitan dengan situasi Iran yang sedang berada dalam ketidakpastian akibat konflik geopolitik.
Jika Iran batal tampil, FIFA disebut mempertimbangkan tim dengan peringkat tinggi sebagai pengganti. Italia masuk dalam kandidat kuat berdasarkan peringkat FIFA.
Asisten pelatih Irak, Rene Meulensteen, menjelaskan kemungkinan tersebut dalam sebuah wawancara.
"Melalui AFC, kami adalah tim dengan peringkat tertinggi. Jadi kami akan menggantikan posisi Iran. Dan kemudian UEA mungkin akan menggantikan kami untuk bermain melawan pemenang pertandingan antara Suriname dan Bolivia," kata Rene dikutip dari Give Me Sport.
"Tetapi ada juga rumor bahwa jika FIFA membuat keputusan akhir, mereka mungkin akan mendorong tim FIFA dengan peringkat tertinggi untuk menggantikan Iran, yaitu Italia," ujarnya.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat menyinggung partisipasi Iran di turnamen tersebut.
"Tim nasional Iran diterima di Piala Dunia, tetapi saya tidak berpikir itu tepat bagi mereka untuk berada di sana, mengingat keselamatan mereka sendiri," tuturnya.
Namun, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan posisi organisasinya tetap mendukung Iran tampil di turnamen tersebut.
“Kami ingin Iran bermain - dan Iran akan bermain di Piala Dunia. Tidak ada rencana B, C, atau D - hanya ada rencana A," kata Infantino.
“Iran mewakili rakyat mereka - baik yang tinggal di Iran maupun di luar negeri," ucapnya.
Ketidakpastian tetap terbuka selama konflik berlangsung. Jika situasi berubah, Italia berpotensi masuk ke Grup G dan menghadapi Selandia Baru, Belgia, serta Mesir.










