Aksi Kotor Donnarumma Terbongkar, Ulah Tak Sportifnya Gagal Selamatkan Italia
ROMA, iNews.id – Aksi kontroversial Gianluigi Donnarumma menjadi sorotan saat Timnas Italia tersingkir lewat adu penalti dari Bosnia Herzegovina. Tindakan yang dinilai tidak sportif itu terjadi di momen krusial, tetapi gagal menyelamatkan Gli Azzurri dari kekalahan.
Italia harus mengubur mimpi tampil di Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-4 dalam adu penalti pada final playoff zona Eropa, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Hasil ini membuat negeri Pizza itu absen untuk ketiga kalinya secara beruntun di ajang tersebut.
Laga berjalan ketat sebelum berujung ke adu penalti. Namun, eksekusi yang tidak maksimal membuat Italia berada dalam tekanan.
Pio Esposito dan Bryan Cristante menjadi dua pemain yang gagal menuntaskan penalti. Sementara Bosnia memastikan kemenangan lewat tendangan penentu Esmir Bajraktarevic.
Donnarumma Lakukan Tindakan Tak Sportif
Insiden yang melibatkan Donnarumma terjadi tak lama setelah kegagalan penalti Italia. Dia terlibat adu argumen dengan kiper Bosnia, Nikola Vasilj.
Dalam situasi tersebut, Donnarumma terlihat masuk ke area gawang lawan. Dia kemudian mengambil catatan milik Vasilj yang berisi arah tendangan para pemain Italia.
Laporan menyebut catatan tersebut mengalami kerusakan. Tindakan itu diduga dilakukan untuk mengganggu fokus lawan di tengah tekanan adu penalti.
“Setelah itu, catatan yang berisi daftar penendang Italia dan arah tendangan mereka terlihat rusak. Tampaknya Donnarumma berniat merobeknya,” tulis laporan tersebut, dikutip dari Sport Bible.
Aksi tersebut memicu ketegangan di lapangan. Wasit Clement Turpin harus turun tangan untuk meredakan situasi yang memanas.
Meski terlibat insiden, Donnarumma tidak mendapat kartu kuning kedua. Dia tetap melanjutkan pertandingan hingga adu penalti selesai.
Namun, upaya tersebut tidak berdampak pada hasil akhir. Para penendang Italia tetap gagal menjalankan tugas dengan baik.
Kekalahan ini menjadi pukulan besar bagi Italia. Sementara Timnas Bosnia Herzegovina memastikan tiket ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2014.










