Krisis Timnas Italia Makin Dalam, Buffon Ungkap Masa Depan Gattuso
ZENICA, iNews.id – Gianluigi Buffon memberi sinyal masa depan Gennaro Gattuso di Timnas Italia usai gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Kiper legendaris itu menyebut mereka kemungkinan tetap bertahan hingga Juni.
Italia kembali mengalami kegagalan setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina di final playoff. Padahal, Gli Azzurri sempat unggul melalui gol Moise Kean sebelum situasi berubah akibat kartu merah Alessandro Bastoni pada menit ke-41.
Kehilangan satu pemain membuat permainan Italia menurun. Bosnia memanfaatkan momentum dan menyamakan skor lewat Haris Tabakovic sebelum akhirnya menang lewat adu penalti.
Dalam babak tos-tosan, Italia gagal tampil maksimal. Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante tidak mampu mencetak gol, sementara Bosnia sukses menuntaskan seluruh eksekusi.
Hasil ini memperpanjang krisis sepak bola Italia yang kini gagal lolos ke Piala Dunia dalam tiga edisi beruntun. Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap federasi dan jajaran pelatih.
Buffon: Kami Bertahan hingga Juni
Presiden FIGC, Gabriele Gravina, sebelumnya meminta Gattuso dan Buffon tetap melanjutkan tugas mereka untuk sementara. Namun situasi di internal tim disebut masih belum pasti.
Buffon yang menjabat sebagai Kepala Delegasi Timnas Italia menyebut kondisi saat ini sangat sensitive, sehingga membutuhkan waktu untuk mengambil keputusan yang tepat. Dia menegaskan semua pihak harus bersikap hati-hati.
“Ini momen yang sangat sensitif, dan kami perlu waktu yang diperlukan untuk membuat evaluasi yang tepat,” ujar dia dalam konferensi pers.
Dia juga menjelaskan alasan kemungkinan tetap bertahan hingga Juni. “Musim olahraga berakhir pada Juni, jadi sampai saat itu adalah hal yang benar dan adil bagi kami untuk tetap tersedia bagi federasi, presiden, dan semua pihak yang percaya kepada saya,” ucapnya.
Isyarat Perubahan Besar di Italia
Buffon menilai ada tanda-tanda perbaikan dari performa tim, terutama saat bermain dengan 10 orang melawan Bosnia. Italia dinilai tetap menunjukkan semangat juang dan menciptakan peluang.
“Jika Anda melihat ada sesuatu yang berubah dan membaik, saya sangat senang, karena itu salah satu tujuan kami. Namun target utama tetap lolos ke Piala Dunia,” kata dia.
Meski begitu, dia tidak menutupi rasa kecewa atas kegagalan tersebut. “Ini sangat menyakitkan dan membuat kami berisiko tidak berpikir jernih, jadi saya berhenti sampai di sini. Kami akan berada di sini hingga Juni, lalu kita lihat bagaimana semuanya akan ditangani,” ujarnya.
Di sisi lain, federasi disebut akan menggelar pemilihan dalam waktu dekat. Gabriele Gravina memberi sinyal pemilihan bisa berlangsung pekan depan.
Jika terjadi perubahan kepemimpinan di FIGC, kondisi tersebut berpotensi memicu pergantian pelatih di Timnas Italia. Situasi ini membuat masa depan Gattuso dan staf masih belum sepenuhnya jelas.










