Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Masa Depan Gattuso Disorot

Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Masa Depan Gattuso Disorot

Olahraga | inews | Rabu, 1 April 2026 - 08:52
share

ZENICA, iNews.id – Timnas Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 usai kalah dari Bosnia dan Herzegovina di final playoff. Kondisi ini membuat masa depan Gennaro Gattuso sebagai pelatih Gli Azzurri dalam sorotan. 

Pertandingan di Zenica, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB, sempat berjalan sesuai rencana bagi Italia. Mereka unggul lebih dulu lewat gol Moise Kean dan terlihat mampu mengontrol jalannya laga.

Situasi berubah sebelum turun minum setelah Alessandro Bastoni mendapat kartu merah pada menit ke-41 akibat melanggar Amar Memic dalam posisi satu lawan satu menuju gawang. Italia pun harus bermain dengan 10 orang selama lebih dari satu jam.

Meski dalam kondisi sulit, Italia mampu bertahan cukup lama. Mereka bahkan sempat menciptakan peluang untuk menambah keunggulan meski berada di bawah tekanan.

Gol penyeimbang Timnas Bosnia Herzegovina akhirnya datang pada menit ke-79 melalui Haris Tabakovic. Gol itu tercipta setelah Gianluigi Donnarumma melakukan penyelamatan penting dari upaya Edin Dzeko, namun bola rebound berhasil dimanfaatkan lawan dari jarak dekat.

Laga berlanjut hingga babak tambahan waktu. Italia tetap berusaha mencari gol kemenangan meski kekurangan pemain, tetapi hasil tidak berubah hingga pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti.

Dalam adu penalti, Italia gagal memaksimalkan peluang. Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante tidak mampu mencetak gol, sementara Bosnia tampil sempurna dengan mencetak seluruh penalti mereka.


Gattuso Bangga, Tapi Terpukul

Gattuso mengaku baru saja berbicara dengan para pemain usai pertandingan. Dia menilai timnya menunjukkan semangat juang tinggi yang jarang terlihat dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya baru saja berbicara dengan tim. Saya hanya bisa berterima kasih kepada mereka, sudah lama saya tidak melihat tim nasional bermain dengan hati seperti ini,” ujarnya kepada Sky Sport Italia.

Dia mengakui kekalahan ini sangat menyakitkan. “Ini menyakitkan, benar-benar menyakitkan, tapi kami harus menerimanya. Saya tidak ingin membahas wasit atau hal lain, kami punya peluang untuk mencetak gol kedua dan tidak berhasil. Kami menghadapi banyak umpan silang, tetapi sudah memberikan segalanya,” katanya.

Gattuso juga menegaskan rasa bangganya terhadap para pemain meski hasil akhir mengecewakan. “Saya bangga kepada mereka, meski hasil ini sulit diterima. Ini akan membutuhkan waktu. Secara pribadi, ini pukulan berat,” ucapnya.


Isyarat Masalah Besar Sepak Bola Italia

Gattuso mengingatkan situasi tim nasional sudah tidak mudah sejak awal. Dia mengambil alih tim dalam kondisi sulit setelah Italia kalah 0-3 dari Norwegia pada laga kualifikasi sebelumnya.

Menurut dia, tim sebenarnya sudah menunjukkan respons positif dalam pertandingan ini. Bermain di bawah tekanan suporter tuan rumah dan kehilangan satu pemain, Italia tetap mampu menciptakan peluang.

“Ketika bermain di stadion dengan tekanan suporter, kami membuat kesalahan dan harus bermain dengan 10 orang. Meski begitu, kami tetap punya peluang untuk mencetak gol kedua. Tim melakukan apa yang harus dilakukan hari ini,” ujarnya.

Dia juga menyinggung ekspektasi publik terhadap tim nasional. “Selama bertahun-tahun orang meminta tim Italia yang peduli dengan seragamnya, dan malam ini mereka mendapatkannya. Namun situasi di lapangan tidak berpihak kepada kami,” kata dia.

Saat ditanya soal masa depannya, Gattuso menegaskan belum ingin membahas hal tersebut. “Kita lihat nanti, tapi ini bukan waktunya membicarakan masa depan saya atau siapa pun. Ini sepak bola, kadang membuat Anda merayakan, kadang membuat Anda menderita,” tuturnya.

Di sisi lain, dia memberi isyarat ada persoalan lebih besar dalam sepak bola Italia. Dia menyinggung performa klub-klub Italia di kompetisi Eropa yang belum maksimal dalam beberapa musim terakhir.

“Saya tidak ingin masuk ke perdebatan itu. Saya seorang pelatih. Semua orang tahu kami mengalami masa sulit selama beberapa tahun. Saya bukan orang yang tepat untuk menjelaskan apa yang harus diperbaiki, ada yang lebih memahami hal itu. Kita lihat nanti,” ucapnya menutup pernyataan.

Topik Menarik