Kebijakan WFH Setiap Jumat bagi ASN Bakal Hemat APBN Rp6,2 Triliun

Kebijakan WFH Setiap Jumat bagi ASN Bakal Hemat APBN Rp6,2 Triliun

Terkini | inews | Rabu, 1 April 2026 - 07:24
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkap potensi penghematan APBN dari kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mencapai Rp6,2 triliun. ASN akan menjalani WFH setiap hari Jumat mulai pekan ini.

Menurut Airlangga, transformasi budaya kerja berbasis digital ini diproyeksikan mampu memberikan dampak finansial yang signifikan, baik bagi kas negara maupun kantong masyarakat.

"Potensi penghematan dari kebijakan work from home ini yang langsung ke APBN adalah Rp6,2 triliun, berupa penghematan kompensasi BBM. Sementara total pembelanjaan BBM masyarakat berpotensi untuk dihemat juga sebesar Rp59 triliun," kata Airlangga dalam konferensi pers di Seoul, Korea Selatan, Selasa (31/3/2026).

Airlangga menekankan bahwa kebijakan ini tak sekadar respons terhadap dinamika geopolitik, melainkan upaya menciptakan birokrasi yang lebih adaptif, produktif, dan efisien. Penetapan hari Jumat sebagai hari WFH diharapkan dapat mengurangi beban mobilitas secara nasional.

“Sebagai langkah adaptif dan preventif guna menghadapi dinamika global, pemerintah menetapkan kebijakan transformasi budaya kerja yang mendorong budaya perilaku kerja yang lebih efisien, produktif, dan berbasis digital,” ungkapnya.

Untuk memastikan implementasi serentak di seluruh level pemerintahan, skema WFH satu hari dalam seminggu ini akan segera diperkuat melalui payung hukum berupa surat edaran.

"Penerapan work from home bagi ASN di instansi pusat dan daerah dilakukan sebanyak satu hari kerja dalam seminggu, yaitu setiap hari Jumat. Skema WFH ini akan dituangkan dalam Surat Edaran Menpan RB dan Surat Edaran Mendagri," ujar Airlangga.

Topik Menarik