Iran Ditipu Fasilitas Energi Nuklirnya Diserang: AS-Israel Akan Bayar dengan Harga Mahal!
TEHERAN, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyebut serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap fasilitas nuklirnya, Jumat (27/3/2026), sebagai pelanggaran janji Presiden Donald Trump. Sebelumnya Trump mengatakan akan menunda serangan terhadap fasilitas energi Iran selama 10 hari.
Oleh karena itu, kata Araghchi, Iran akan menuntut dengan harga mahal atas serangan tersebut.
"Israel telah menyerang dua pabrik baja terbesar Iran, satu pembangkit listrik, dan fasilitas nuklir sipil, selain infrastruktur lainnya," kata Araghchi, seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (28/3/2026).
Dia menambahkan Israel mengklaim melakukan serangan tersebut setelah berkoordinasi dengan AS. Serangan tersebut bertentangan dengan klaim perpanjangan waktu diplomasi yang dijanjikan oleh Trump.
Sementara itu Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan sejauh ini tak ada peningkatan radiasi atas serangan AS-Israel terhadap fasilitas produksi yellowcake di Ardakan, Provinsi Yazd, Iran.
"IAEA telah diinformasikan oleh Iran bahwa Fasilitas Produksi Yellowcake Shahid Rezayee Nejad di Provinsi Yazd diserang. Tidak ada peningkatan level radiasi di luar lokasi yang dilaporkan," bunyi pernyataan IAEA di media sosial X.
Badan pengawas nuklir PBB itu sedang menyelidiki laporan tersebut.
Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi memperbarui seruan kepada semua pihak untuk menahan diri dalam tindakan militer guna mencegah potensi insiden nuklir.
Serangan terhadap Ardakan dilaporkan oleh media Iran sebelumnya dengan penilaian awal menunjukkan tidak ada bahan radioaktif yang dilepaskan ke luar lokasi fasilitas.










