H+2 Lebaran, Jalur Pantura Cirebon Dipadati 70.000 Motor hingga Macet 4 Km

H+2 Lebaran, Jalur Pantura Cirebon Dipadati 70.000 Motor hingga Macet 4 Km

Nasional | inews | Senin, 23 Maret 2026 - 22:20
share

CIREBON, iNews.id – Memasuki H+2 Lebaran atau hari ketiga Idul Fitri 1447 H, gelombang arus balik di jalur arteri Pantura Cirebon, Jawa Barat, mulai menunjukkan lonjakan drastis. Ribuan kendaraan motor dan mobil pribadi terjebak kemacetan panjang hingga empat kilometer di titik pertemuan arus Simpang Empat Palimanan, Senin (23/3/2026) malam. 

Volume kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta dan Bandung terpantau meningkat signifikan seiring berakhirnya masa libur Lebaran bagi sebagian masyarakat.  

Pantauan di lokasi pada Senin malam menunjukkan antrean kendaraan yang mengular mulai dari kawasan Plered hingga persimpangan Palimanan. Membeludaknya pemudik yang didominasi roda dua membuat laju kendaraan terhambat, di mana pengendara hanya mampu memacu kendaraannya dengan kecepatan sangat rendah. 

Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon, tercatat sebanyak 70.750 unit sepeda motor telah melintasi jalur arteri ini sejak Senin dini hari hingga pukul 18.00 WIB.

Polisi Berlakukan Sistem Buka Tutup

Guna mengurai penumpukan kendaraan yang semakin parah, petugas kepolisian dari Polresta Cirebon melakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem buka tutup di Simpang Empat Palimanan. Langkah ini diambil untuk memastikan arus dari berbagai titik persimpangan tetap bisa mengalir secara bergantian. 

"Kami terus berjaga untuk memastikan tidak terjadi stagnasi total. Sistem buka tutup kami berlakukan sebagai upaya diskresi kepolisian guna menarik arus yang paling padat," ujar Kapos Pam Palimanan, Kompol Rynaldi, Senin (23/3/2026).

Gelombang volume kendaraan arus balik diprediksi akan mencapai puncaknya pada Selasa (24/3/2026) esok. Pihak kepolisian pun mengeluarkan imbauan tegas bagi para pemudik yang melakukan perjalanan pada malam hari.

"Kami imbau pemudik untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan menjaga jarak aman, terutama pada malam hari. Mengingat di sejumlah titik jalur arteri Pantura masih minim penerangan lampu jalan, kewaspadaan ekstra sangat diperlukan," tambahnya.

Bagi pemudik roda dua, disarankan untuk beristirahat secara berkala di posko-posko mudik yang telah disediakan jika merasa lelah, guna menghindari kecelakaan akibat kelelahan fisik setelah menempuh perjalanan jauh.

Topik Menarik