Legenda Italia Ungkap Alasan Sadis Jay Idzes Cs Sulit Bersaing di Serie A 2025-2026
SASSUOLO, iNews.id – Legenda Italia Alessandro Matri mengungkap alasan Sassuolo kesulitan bersaing di Liga Italia 2025-2026. Dia menyebut tim berjersey hijau-hitam itu lebih fokus mengembangkan pemain muda untuk nilai jual daripada meraih prestasi.
Saat ini Sassuolo berada di posisi kesembilan klasemen sementara dengan koleksi 38 poin, hasil dari 11 kemenangan, lima imbang, dan 12 kekalahan. Posisi itu mencerminkan inkonsistensi performa tim sepanjang musim.
Matri menilai Jay Idzes dan rekan-rekan lebih difokuskan pada pengembangan individu ketimbang persaingan ketat di Serie A. Filosofi ini membuat Sassuolo sulit menyaingi tim-tim papan atas seperti Napoli, Inter Milan, atau AC Milan.
“Sassuolo tidak pernah menunjukkan keinginan untuk berkembang. Mereka tampak seperti proyek yang berbeda dari Bologna, Atalanta, atau Como,” kata Matri dilansir dari Sassuolo News, Rabu (11/3/2026).
Menurut Matri, tujuan utama klub memang membina pemain muda sehingga bisa memiliki nilai jual tinggi di pasar transfer. Pendekatan ini dinilai efektif dari sisi finansial, tapi mengorbankan prestasi kompetitif.
“Tujuannya adalah untuk mengembangkan pemain,” tambah Matri.
Banyak talenta muda dipromosikan ke tim utama, tetapi kontinuitas dan konsistensi di lapangan menjadi tantangan.
Dia menegaskan pola yang diterapkan Sassuolo bukan kesalahan dalam konteks industri sepak bola modern. Langkah ini membantu klub bertahan secara finansial, meski bersaing di papan atas menjadi lebih sulit.
“Ini adalah pekerjaan berkelanjutan untuk mengembangkan pemain, menjual mereka untuk mengumpulkan uang,” ujar Matri.
“Kemudian memulai lagi, tetapi mereka tidak pernah menunjukkan keinginan untuk berkembang.”
Fokus pada pengembangan pemain muda menjadi ciri khas Sassuolo. Namun, strategi ini membuat klub sering kalah bersaing dengan tim-tim yang menekankan pengalaman dan stabilitas di Serie A.
Matri menambahkan, filosofi klub seperti ini memberi peluang bagi pemain muda seperti Jay Idzes untuk tampil, tapi tim tidak didesain untuk mengejar gelar besar dalam jangka pendek.
Dengan strategi ini, Sassuolo tetap menjadi magnet bagi talenta muda internasional, tetapi persaingan di Liga Italia 2025-2026 akan tetap berat bagi tim hijau-hitam.










