Angkatan Laut AS Siap Kawal Kapal Tanker yang Melintasi Selat Hormuz, Iran Ancam Jadikan Target Serangan

Angkatan Laut AS Siap Kawal Kapal Tanker yang Melintasi Selat Hormuz, Iran Ancam Jadikan Target Serangan

Terkini | inews | Selasa, 10 Maret 2026 - 14:04
share


TEHERAN, iNews.id - Militer Amerika Serikat (AS) berencana mengawal kapal-kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz dalam beberapa pekan mendatang. Langkah ini dipertimbangkan di tengah meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.

Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menugaskan Angkatan Laut AS untuk mengawal kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz jika diperlukan. Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan arus perdagangan energi dunia tetap berjalan dan tidak terganggu oleh eskalasi konflik di kawasan.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga mengisyaratkan bahwa militer negaranya kemungkinan akan memberikan pengawalan terhadap kapal-kapal komersial yang berlayar melalui Selat Hormuz. Pengawalan itu bertujuan mengurangi kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak global.

Menanggapi rencana tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan siap menghadapi kapal-kapal tanker dan dagang yang melintasi Selat Hormuz dengan pengawalan konvoi kapal perang AS.

Juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naini, menegaskan kapal-kapal yang dikawal militer AS berpotensi menjadi target serangan yang sah.

"Iran sangat menyambut baik pernyataan tentang kehadiran pasukan AS untuk mengawal kapal tanker melintasi Selat Hormuz. Ngomong-ngomong, kami sedang menunggu mereka," kata Naini, seperti dilaporkan stasiun televisi pemerintah Iran, dikutip Selasa (10/3/2026).

Sebelumnya, pada Sabtu pekan lalu, Iran menyerang kapal tanker berbendera Kepulauan Marshall, Louise P, yang melintas di Teluk Persia. Serangan tersebut terjadi beberapa jam setelah IRGC lebih dulu menyerang kapal tanker lain, Prima, di Selat Hormuz.

IRGC menyatakan kapal tanker Louise P ditembak menggunakan drone angkatan laut pada siang hari karena diduga terkait dengan Amerika Serikat.

"Kapal tersebut milik AS," bunyi pernyataan IRGC.

Dalam insiden terpisah, Iran juga menyerang kapal tanker Prima karena disebut mengabaikan peringatan larangan melintasi Selat Hormuz. Kapal tersebut juga dihantam drone.

Topik Menarik