Dampak Perang Iran, DPR Usul Rute Penerbangan Haji 2026 Lewat Afrika

Dampak Perang Iran, DPR Usul Rute Penerbangan Haji 2026 Lewat Afrika

Terkini | inews | Jum'at, 6 Maret 2026 - 17:26
share

JAKARTA, iNews.id - Komisi VIII DPR meminta pemerintah menyiapkan rute penerbangan alternatif untuk keberangkatan atau kepulangan jemaah haji 2026, termasuk melewati Afrika. Permintaan ini menyusul meningkatnya eskalasi perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

"Tidak mungkin juga jemaah berlama-lama. Harus ada alternatif, umpamanya mungkinkah penerbangan dibelokkan dari Afrika," kata Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, pemerintah perlu berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyiapkan skenario tersebut. Termasuk dengan maskapai penerbangan serta penyedia layanan haji lainnya.

"Pemerintah kita akan dorong untuk berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk yang tadi, kalau loss layanan yang sudah dibayar itu ada penerbangan, ada hotel, ada konsumsi, kemudian ada Masyair yang di Armuzna," ujarnya.

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyadari bahwa perubahan rute penerbangan tersebut berpotensi membuat biaya operasional haji meningkat. Sebab, durasi penerbangan akan menjadi lebih lama dibandingkan rute normal.

"Saya kira ada ya (biaya meningkat), karena durasi terbangnya semakin lama. Kalau selama ini 10 sampai 8 jam, atau (dari) Aceh 6 jam, itu pasti akan semakin panjang karena rute itu memang memutar," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban perang AS-Israel melawan di Iran. Para WNI hanya terdampak pembatalan hingga pengalihan rute penerbangan untuk kembali ke Indonesia.

“Hingga saat ini, belum diterima laporan adanya WNI yang terdampak langsung oleh serangan. Yang terdampak saat ini adalah adanya WNI stranded karena pembatasan atau penutupan ruang udara, pengalihan rute penerbangan, serta ketidakpastian jadwal transportasi internasional,” kata Plt Direktur Perlindungan WNI, Heni Hamidah di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Heni memastikan pihaknya terus memantau para WNI tersebut. Sambil menunggu penerbangan kepulangan ke Indonesia, para WNI akan mendapatkan akomodasi dan penginapan dari otoritas setempat.

Topik Menarik