Kasus Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing, DPR bakal Rapat dengan Menpora hingga FPTI
JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hardian Irfani mengecam kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan di lingkungan Pelatnas Panjat Tebing. Pihaknya akan memanggil Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir untuk membahas kasus ini.
"Pertama kami mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh yang bersangkutan. Kami mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Menpora, langkah-langkah yang dilakukan oleh pengurus cabor bahwa memang harus ada punishment," kata Lalu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Menurut dia, dunia olahraga tidak hanya ditujukan untuk mengejar prestasi, tapi juga harus bisa menanamkan rasa sportivitas, rasa kebersamaan, hingga kekeluargaan.
Komisi X DPR akan menjadwalkan pertemuan dengan Menpora Erick Thohir. Tak hanya itu, pengurus cabang olahraga juga akan diundang.
"Kami sedang susun jadwal, habis lebaran juga Menpora kami akan undang bersama seluruh pengurus cabor untuk memastikan bahwa seluruh persiapan atlet kita yang sebentar lagi akan ada Asian Games, akan ada Olimpiade, kami akan memastikan bahwa seluruh persiapannya on the track, seluruh persiapannya berjalan dengan lancar," katanya.
Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengaku sepakat dengan langkah Menpora yang telah menyiapkan sanksi berat kepada pelaku.
"Itu harus ditindak tegas. Kami mendukung langkah Menpora," ujar Lalu.
Sebelumnya diberitakan, dugaan pelecehan seksual dan kekerasan di lingkungan pelatnas panjat tebing mendorong Menpora Erick Thohir, menyiapkan sanksi berat hingga larangan seumur hidup bagi pelaku jika terbukti bersalah.
Kasus ini melibatkan oknum pelatih berinisial HB yang diduga melakukan pelecehan seksual dan kekerasan terhadap atlet. Erick Thohir menyatakan proses pendalaman fakta terus dilakukan bersama Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
“Saya akan pastikan kalau ada oknum-oknum yang melakukan pelecehan seksual kepada atlet kita, saya akan dorong tim bekerja keras untuk investigasi dan hukum seumur hidup (larangan terlibat di olahraga), dan kalau perlu dibawa ke polisi,” kata Erick Thohir.










