Luncurkan Halal Goes to Campus di Unpad, Kemenag Ajak Mahasiswa Jadikan Halal sebagai Gaya Hidup
BANDUNG, iNews.id - Direktorat Jaminan Produk Halal (JPH) Kementerian Agama meluncurkan program Halal Goes to Campus bertema “Ngobral (Ngobrolin Halal)” di Auditorium Bale Sawala Universitas Padjadjaran (Unpad), Kampus Jatinangor, Selasa (3/3/2026).
Program ini bertujuan memperkuat literasi halal bagi mahasiswa sekaligus membangun kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad mengatakan, masyarakat Indonesia kerap merasa seluruh produk yang beredar sudah pasti halal, karena mayoritas penduduknya muslim. Padahal, menurut dia, kepastian halal tetap memerlukan sistem dan regulasi yang jelas.
Ia mengutip QS Al-Baqarah ayat 168 yang menyerukan seluruh manusia untuk mengonsumsi dan menggunakan produk yang halal dan tayib.
“Ayat tersebut dimulai dengan ‘yaa ayyuhannas’, yang artinya ditujukan kepada seluruh manusia. Halal bukan hanya anjuran bagi umat Islam, tetapi prinsip universal tentang kebaikan dan kebermanfaatan,” katanya.
Menurut Abu Rokhmad, konsep halal dan tayib mencakup makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, hingga produk lainnya. Indonesia telah memiliki landasan hukum melalui Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang mengatur sistem sertifikasi dan label halal sebagai jaminan bagi konsumen.
Dia menambahkan, halal kini berkembang menjadi gaya hidup global. Sejumlah negara Asia, seperti China dan Korea Selatan, memiliki pusat halal, bahkan banyak perusahaan asing mengajukan sertifikasi halal ke Indonesia.
“Kami ingin mengajak generasi muda agar memiliki pemahaman tentang halal. Banyak juga perusahaan besar China yang minta sertifikasi halal ke Indonesia. Ini kesempatan, lkhususnya buat mahasiswa agar mampu mengembangkan kemampuan dan jejaring dalam industri halal,” katanya.
Abu Rokhmad mendorong perguruan tinggi membuka program studi industri halal yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, seperti kimia, fisika, dan farmasi. Ia menilai, riset farmasi halal dapat menjadi kebanggaan nasional sekaligus mendorong lahirnya produk farmasi halal.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad Widya Setiabudi Sumadinata mengatakan, halal bukan konsep eksklusif bagi umat Islam, melainkan bagian dari fitrah manusia untuk hidup sehat dan sejahtera.
“Halal sebetulnya bukan sesuatu yang istimewa hanya untuk umat Islam. Halal adalah fitrah manusia. Jika ingin hidup sejahtera dan sehat secara fisik, ruhani, dan sosial, maka makanan yang dikonsumsi harus halal,” ujarnya.
Ia menilai, kesadaran halal justru berkembang pesat di negara-negara Barat. Banyak negara nonmuslim mempercayai standar dan kualitas produk halal. Namun, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar masih perlu memperkuat kesadaran terhadap sertifikasi dan ekosistem industri halal.
Direktur Jaminan Produk Halal, Fuad Nasar, menyebut, kegiatan Halal Goes to Campus perdana di Universitas Padjadjaran ini digelar sebagai ajang edukasi dan deseminasi tentang kesadaran konsumsi dan gaya hidup halal bagi generasi muda.
Program Halal Goes to Campus diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang tidak hanya memperkuat literasi halal dari sisi keagamaan, tetapi juga mendorong lahirnya ekosistem industri halal yang inklusif, modern, dan berbasis riset. Hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan Unpad, pejabat eselon II Kementerian Agama, serta Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat.









