JPO Sarinah Diresmikan, DPRD DKI Dorong Seluruh Jembatan Penyeberangan Ramah Disabilitas

JPO Sarinah Diresmikan, DPRD DKI Dorong Seluruh Jembatan Penyeberangan Ramah Disabilitas

Terkini | inews | Selasa, 3 Maret 2026 - 06:34
share

JAKARTA, iNews.id - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menyambut baik peresmian revitalisasi jembatan penyeberangan orang (JPO) Sarinah yang diresmikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Senin (2/3/2026). Jembatan penyeberangan itu dilengkapi fasilitas lift untuk menunjang mobilitas penyandang disabilitas.

Yuke berharap JPO Sarinah menjadi percontohan seluruh jembatan penyeberangan di Jakarta agar ramah disabilitas. 

"Kita berharap di beberapa JPO lain atau di beberapa lokasi juga bisa dibuatkan hal seperti ini. Tadi kita dapat masukan juga dari rekan-rekan disabilitas, enggak semua halte, enggak semua JPO di Jakarta itu cukup nyaman dan ramah untuk akses disabilitas, walaupun sudah semuanya sudah disesuaikan, sudah dibuat," kata Yurike.

Dia mengatakan fasilitas lift di JPO sangat dibutuhkan penyandang disabilitas, khususnya pengguna kursi roda. 

"Jadi selain kalau misalnya pakai khususnya pengguna kursi roda yang paling banyak merasakan kesulitan mereka menyeberang itu terlalu berbahaya, terus juga dengan adanya akses yang seperti ini cukup baik," tuturnya. 

Dalam peresmian itu, Yurike juga mengapresiasi langkah Pramono yang menerima langsung keluhan fasilitas JPO dari penyandang disabilitas secara langsung. Pramono pun langsung menginstruksikan jajaran Transjakarta agar membuat JPO halte nyaman bagi penyandang disabilitas. 

"Tadi menurut Pak Gubernur, beliau bilang menerima semua masukan dan kita akan coba benahi di halte-halte yang lain, JPO-JPO yang lain, atau pun akses ke transportasi umum yang lainnya. Jadi ke depan kita berharap ini sebagai salah satu contoh ya, dan tadi sudah dites sendiri cukup lumayan nyaman," tuturnya.

Diketahui, total panjang JPO Sarinah mencapai 39,78 meter, terdiri atas sisi Bawaslu sepanjang 19,54 meter dan sisi Sarinah sepanjang 20,24 meter, dengan lebar bersih 2,1 meter. JPO ini dirancang tanpa anak tangga dan dilengkapi akses lift guna meningkatkan keselamatan serta kenyamanan pengguna.

JPO ini sempat dibongkar pada era mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 2022 lalu karena alasan estetika kota. 

Pramono menjelaskan akses penyeberangan orang Sarinah ini merupakan JPO pertama yang dimiliki Jakarta. Dulunya diresmikan pada 1968.

"JPO ini adalah JPO yang pertama kali dimiliki oleh Jakarta, tepatnya diresmikan oleh Bapak Ali Sadikin tanggal 21 April tahun 1968," ucap Pramono. 

Mengingat jembatan tersebut memiliki nilai sejarah, Pramono sangat ingin merevitalisasi agar ramah terhadap disabilitas. Kini JPO tersebut dilengkapi lift untuk mendukung mobilitas penyandang disabilitas.

"Hari ini kita melakukan revitalisasi agar JPO ini menjadi ramah terhadap disabilitas dan juga semua orang mempunyai pilihan, apakah mau menggunakan lift ataukah menggunakan pelican crossing yang tetap kita operasikan," ucap dia. 

Pramono menambahkan pedestarian di area tersebut akan dilebarkan sekitar 2,6 meter. 
 
"Nantinya pedestrian ini akan dilebarkan kurang lebih 2,6 (meter). Sehingga dengan demikian jalan ini pedestrian ini akan bisa lebih luas, lebih lebar," tuturnya.

Topik Menarik