Survei Tunjukkan Mayoritas Warga AS Tak Percaya Klaim Trump, Tolak Perang dengan Iran

Survei Tunjukkan Mayoritas Warga AS Tak Percaya Klaim Trump, Tolak Perang dengan Iran

Berita Utama | okezone | Selasa, 3 Maret 2026 - 11:29
share

JAKARTA - Presiden Donald Trump telah kehilangan kepercayaan mayoritas warga Amerika Serikat (AS) akibat perang yang dikobarkannya bersama Israel di Iran, menurut jajak pendapat CNN. Survei tersebut menunjukkan bahwa hampir enam dari sepuluh warga AS menentang serangan terkoordinasi presiden dan Israel terhadap Iran, yang saat ini telah mengakibatkan tewasnya enam anggota militer AS.

Survei itu juga menunjukkan bahwa banyak pemilih tidak yakin dengan versi Trump tentang bagaimana konflik tersebut akan berlangsung.

Pada Senin (2/3/2026), Trump mengatakan bahwa ia tidak mengharapkan perang yang dilancarkannya akan berlarut-larut, memprediksi bahwa perang di Iran akan berlangsung selama empat minggu.

“Saya tidak ingin perang ini berlangsung terlalu lama,” tegas Trump, sebagaimana dilansir CNN. “Saya selalu berpikir perang ini akan berlangsung empat minggu. Dan kita sedikit lebih cepat dari jadwal.”

Namun mayoritas responden, hingga 56 persen, mengatakan mereka percaya konflik militer jangka panjang antara AS dan Iran setidaknya “agak mungkin terjadi”. Lebih lanjut, 62 persen warga Amerika mengatakan Trump harus meminta persetujuan Kongres untuk setiap tindakan militer tambahan, dan 60 persen mengatakan ia tidak memiliki strategi yang jelas untuk konflik tersebut.

 

Anggota Kongres dan oposisi Trump, Thomas Massie (R-KY) dan Ro Khanna (D-CA), diperkirakan akan mengajukan pemungutan suara minggu depan yang bertujuan membatasi tindakan militer Trump tanpa persetujuan Kongres.

Upaya itu tidak menghalangi serangan besar Trump ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi, yang dilaporkan termasuk serangan langsung ke sekolah putri Shajareye Tayabeh di Minab, Provinsi Hormozgan, menewaskan setidaknya 43 siswi dan melukai 63 lainnya, menurut kantor berita negara Iran, IRNA.

Trump sendiri telah mengakui ketidakpastian tentang lamanya perang yang akan dilancarkannya. Dalam wawancara telepon singkat dengan Axios pada Sabtu, ia mengatakan: “Saya bisa memperpanjang perang dan mengambil alih semuanya, atau mengakhirinya dalam dua atau tiga hari dan mengatakan kepada Iran: ‘Sampai jumpa lagi dalam beberapa tahun jika Anda mulai membangun kembali program nuklir dan rudal Anda.’”

Jajak pendapat tersebut dilakukan pada Sabtu dan Minggu, menyusul laporan bahwa serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tetapi sebelum berita tentang warga Amerika yang tewas dalam aksi militer tersebut tersebar.

 

Survei ini dilakukan setelah jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dilakukan beberapa jam setelah “Operasi Epic Fury” menemukan bahwa hanya satu dari empat warga Amerika yang menyetujui serangan militer tersebut.

Bahkan basis pendukung MAGA presiden sendiri tampaknya tidak antusias. Dalam jajak pendapat Politico pada Januari, hanya setengah dari pemilih Trump tahun 2024 yang mendukung aksi militer di Iran—menyebabkan pemerintahannya harus meyakinkan mereka tentang perang yang diakuinya kemungkinan akan merenggut lebih banyak nyawa warga Amerika.

Sementara itu, Trump sudah memuji dirinya sendiri atas serangan yang sedang berlangsung terhadap Iran, yang hingga berita ini diturunkan telah menewaskan setidaknya 550 orang.

Topik Menarik