Meisya Siregar Cemas Transit di Dubai usai Umrah, Minta Doa di Tengah Perang AS-Iran
JAKARTA, iNews.id - Artis Meisya Siregar tengah diliputi kecemasan menjelang kepulangannya ke Indonesia usai menjalankan ibadah umrah. Meisya Siregar dijadwalkan transit di Bandara Internasional Dubai saat situasi kawasan Timur Tengah memanas akibat konflik Iran dan Amerika Serikat (AS).
Meisya Siregar saat ini masih berada di Tanah Suci bersama suaminya, Bebi Romeo. Pasangan selebritas tersebut diketahui menjalankan ibadah umrah selama Ramadan 2026.
Namun menjelang kepulangan ke Indonesia, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah berubah tegang. Konflik antara Iran dan Amerika Serikat dilaporkan memicu serangan balasan yang menyasar sejumlah titik, termasuk pangkalan militer AS di Dubai.
Dampak dari eskalasi konflik tersebut membuat beberapa wilayah di Dubai menjadi sasaran serangan balasan Iran. Salah satu lokasi yang terdampak adalah Bandara Internasional Dubai yang menjadi pusat transit penerbangan internasional.
Situasi ini membuat Meisya Siregar merasa khawatir karena penerbangannya menuju Indonesia dijadwalkan transit di bandara tersebut. Melalui Instagram Story, Meisya meminta doa dari para pengikutnya agar perjalanan pulang berjalan aman.
"Doain plis, lusa pesawat kita Emirates transit Dubai," tulis Meisya dalam unggahan Instagram Story pada Minggu (1/3/2026).
Unggahan tersebut langsung menarik perhatian warganet yang turut mendoakan keselamatan Meisya Siregar dan Bebi Romeo selama perjalanan pulang ke Tanah Air.
Diketahui, Meisya Siregar bukan satu-satunya artis Indonesia yang menjalankan ibadah umrah pada Ramadan 2026. Artis Febby Rastanty juga diketahui masih berada di Tanah Suci setelah menunaikan ibadah yang sama.
Situasi penerbangan internasional memang sedang mengalami kekacauan besar sejak akhir Februari 2026. Hal ini terjadi setelah serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Serangan tersebut memicu ketegangan geopolitik yang berdampak langsung pada sektor penerbangan global. Ratusan hingga ribuan penerbangan dilaporkan terpaksa dibatalkan di berbagai negara.
Jakarta Pertamina Enduro Sapu Bersih Dua Pertandingan Beruntun pada Pekan Ke-4 Proliga 2026
Maskapai penerbangan dan otoritas bandara juga belum dapat memastikan kapan operasional penerbangan akan kembali normal. Banyak penerbangan yang ditunda karena kondisi keamanan wilayah udara dinilai tidak stabil.
Kekacauan penerbangan terjadi setelah gelombang serangan militer menargetkan sejumlah lokasi strategis di Iran. Situasi ini meningkatkan potensi serangan balasan yang dapat membahayakan jalur penerbangan sipil.
Akibat kondisi tersebut, beberapa negara di kawasan Timur Tengah mengambil langkah cepat dengan menutup ruang udara mereka. Negara-negara seperti Iran, Irak, Kuwait, Israel, dan Bahrain menghentikan sementara seluruh penerbangan sipil.
Penutupan ruang udara dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk melindungi pesawat serta penumpang dari risiko konflik militer. Wilayah udara di atas kawasan konflik dinilai sangat berbahaya karena adanya kemungkinan serangan balasan atau kesalahan tembak.
Selain itu, beberapa bandara internasional besar di Timur Tengah juga terdampak pembatasan operasional. Bandara Internasional Dubai, Abu Dhabi International Airport, serta Bandara Doha di Qatar dilaporkan menutup atau membatasi aktivitas penerbangan mereka.
Situasi tersebut membuat banyak maskapai harus menyesuaikan rute penerbangan bahkan membatalkan sejumlah jadwal perjalanan. Para penumpang yang hendak melakukan perjalanan internasional pun diminta memantau perkembangan terbaru dari maskapai masing-masing.
Bagi Meisya Siregar dan Bebi Romeo, kondisi ini tentu menambah kekhawatiran menjelang perjalanan pulang ke Indonesia. Meski demikian, keduanya tetap berharap perjalanan mereka berjalan lancar dan aman hingga tiba di Tanah Air.
Meisya Siregar berharap doa dari masyarakat agar penerbangan yang akan dilaluinya, termasuk saat transit di Dubai, tetap dalam kondisi aman di tengah situasi konflik Timur Tengah yang masih berlangsung.










