Pernyataan Lengkap Andhika Sudarman usai Dituduh Pelaku Pelecehan Seksual

Pernyataan Lengkap Andhika Sudarman usai Dituduh Pelaku Pelecehan Seksual

Gaya Hidup | inews | Senin, 2 Maret 2026 - 09:57
share

JAKARTA, iNews.id - Viral di media sosial pengakuan para korban diduga pelecehan seksual yang dilakukan Andhika Sudarman. Kasus ini pun mendapat sorotan publik. 

Para korban mengatakan, mereka mendapat perlakuan yang mengarah kepada tindakan diduga pelecehan seksual oleh Andhika Sudarman. Mirisnya, ada salah satu korban yang masih SMP. 

Kesaksian para korban pun viral di media sosial. Hingga akhirnya Andhika Sudarman angkat bicara. Ya, dia menyampaikan pernyataan resmi melalui Instagram atas apa yang dituduhkan kepadanya. 

Apa kata Andhika Sudarman? Benarkah semua tuduhan yang mengarah kepadanya itu? Simak ulasan selengkapnya hanya di artikel ini. 

Klarifikasi Andhika Sudarman Dituduh Pelaku Pelecehan Seksual

Melalui unggahan Instagram terbaru, Andhika menerangkan secara jelas mengenai seluruh tuduhan yang ditujukan kepadanya. Dia memastikan tidak akan kabur dari kasus ini. 

"Dengan kerendahan hati, saya menyampaikan bahwa saya di sini, saya tidak kemana-mana, dan saya tidak akan kemana-mana," tegas Andhika, dikutip Senin (2/3/2026). 

Terkait klarifikasi, berikut ini pernyataan resmi Andhika Sudarman. 

"Kepada seluruh peserta SejutaCita Future Leaders (SFL), alumni, orang tua, mantan rekan kerja, rekan kerja, dan masyarakat yang mengikuti perkembangan ini, saya, Andhika Sudarman, menulis pernyataan ini secara pribadi," tulisnya mengawali pernyataan resmi. 

"Saya memahami bahwa situasi yang berkembang sejak akhir Februari 2026 menimbulkan perhatian dan kekhawatiran bagi banyak pihak. Untuk itu, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta, alumni, orang tua, mantan rekan kerja, rekan kerja, dan pihak lain yang merasa tidak nyaman dengan adanya kejadian ini," tambahnya. 

Andhika memastikan, sebagai bentuk pertanggungjawaban secara profesional, evaluasi terhadap program SFL akan dilakukan. Dan untuk menjaga objektivitas dan menunjukkan komitmen seriusnya, efektif hari ini, seluruh pengelolaan program SFL akan dipimpin oleh Geraldine Abigail.

Geraldine Abigail akan memimpin evaluasi dan memastikan kelancaran seluruh tata kelola dan pelaksanaan program SejutaCita. Sebab, kepentingan pihak-pihak yang terlibat di SejutaCita, termasuk para peserta, alumni, orang tua, dan karyawan merupakan fokus utama SejutaCita.

Lebih lanjut, Andhika menjelaskan bahwa ada tiga poin yang menurutnya perlu disampaikan. Apa saja? 

1. Penyelenggaraan Program SFL

Program SFL dirancang sebagai program pengembangan kepemimpinan berbasis pendekatan partisipatif dengan tujuan melatih kemandirian, kemampuan pemecahan masalah, dan keberanian mengambil keputusan.

"Saya memahami bahwa dalam pelaksanaannya, terdapat pengalaman yang belum sesuai dengan harapan sebagian peserta selama program berlangsung," ujarnya. 

"Atas kekurangan dalam pengelolaan kegiatan dan komunikasi selama program berlangsung, saya menyampaikan permohonan maaf kepada alumni dan orang tua," lanjutnya. 

2. Tuduhan Komunikasi dan Interaksi

Terkait tuduhan yang beredar, Andhika memahami bahwa ini adalah isu yang sangat serius.

"Saya menghargai keberanian setiap pihak yang menyampaikan pengalaman, perhatian, dan kekhawatiran mereka, sebab saya mengerti hal tersebut pastilah tidak mudah," katanya.

"Membaca dan mendengar hal tersebut menjadi refleksi penting bagi saya bahwa dalam lingkungan profesional, terlebih dalam program yang melibatkan anak muda, batasan interaksi harus dijaga secara jauh lebih jelas," sambung dia.

Andhika menambahkan, "Saya memahami setiap orang memiliki batas kenyamanan yang berbeda. Perasaan setiap individu adalah valid terlepas dari intensi yang dimiliki pihak lainnya. Pengalaman ini juga menyadarkan saya bahwa gaya komunikasi saya dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi sebagian orang."

Untuk itu, dia menyampaikan permohonan maaf secara tulus kepada siapa pun yang pernah merasa tidak nyaman dalam interaksi dengannya. 

"Namun, secara tegas saya menyatakan tidak pernah melakukan, ataupun berniat melakukan pelecehan seksual terhadap siapa pun, apalagi terhadap anak di bawah umur," tegasnya. 

Di kesempatan tersebut, Andhika memastikan bahwa dia tetap membuka ruang komunikasi bagi siapa pun yang ingin menyampaikan pengalaman atau klarifikasi secara langsung.

Dia juga mengundang institusi pihak ketiga yang independen dan kredibel untuk melakukan verifikasi menyeluruh terhadap semua tuduhan yang beredar. 

"Saya berharap proses ini dapat memberikan kejelasan bagi semua pihak," ujarnya.

3. Lingkungan Kerja

"Saya juga mencermati berbagai pengalaman yang dibagikan oleh mantan rekan kerja di media sosial. Setiap masukan tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi saya," terangnya.

"Kepada siapa pun yang merasa tidak mendapatkan lingkungan kerja yang profesional dan sehat, saya menyampaikan permohonan maaf dan akan memastikan hal tersebut tidak terjadi lagi," tambah dia. 

Di akhir pernyataan Andhika mengatakan, "Saya memahami bahwa kepercayaan tidak dapat dipulihkan dalam waktu singkat. Namun, saya berkomitmen untuk mendukung perbaikan, agar ke depan program-program yang dijalankan dapat memberikan pengalaman yang lebih aman, profesional, dan bermanfaat bagi seluruh peserta."

Topik Menarik