Kedubes Iran Apresiasi Prabowo Siap Jadi Mediator Konflik, Minta Tegas Kutuk Serangan AS-Israel

Kedubes Iran Apresiasi Prabowo Siap Jadi Mediator Konflik, Minta Tegas Kutuk Serangan AS-Israel

Berita Utama | inews | Minggu, 1 Maret 2026 - 16:11
share

JAKARTA, iNews.id - Kedutaan Besar Iran di Indonesia mendukung sikap Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang bersedia memfasilitasi mediasi konflik yang tengah berlangsung. Diketahui ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat usai Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran.

"Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia, dengan menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini," tulis siaran pers Kedubes Iran, Minggu (1/3/2026).

Kedubes Iran mendorong pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas dengan mengutuk kejahatan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel atas serangan yang diluncurkan ke Iran.

"Menegaskan pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel," sambungnya.

Dalam siaran tersebut, disampaikan bahwa AS dan Israel melancarkan serangan terhadap lokasi-lokasi sipil termasuk sekolah pada Sabtu (28/2/2026) pagi. Serangan ini disebut telah melanggar integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran.

Dari serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Sayyid Ali Khamenei dinyatakan tewas di kantornya. Serangan itu juga menewaskan ratusan anak perempuan. 

"Pada jam-jam pertama, beberapa sekolah menjadi sasaran rudal Amerika Serikat dan rezim Zionis. Dalam serangan brutal tersebut, sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab hancur total dan hampir 200 anak perempuan tak berdosa mencapai kesyahidan," tuturnya.

Kedubes Iran menyinggung klaim AS dan Israel yang menyebut bahwa mereka akan membantu rakyat Iran. Namun nyatanya dalih mereka membajak protes damai rakyat Iran pada Januari 2026 menjadi kerusuhan yang penuh kekerasan. 

"Kini terlihat bagaimana mereka ‘membantu' rakyat Iran, dengan serangan rudal terhadap perempuan dan anak-anak tak berdosa di sekolah dasar, klub olahraga, rumah-rumah penduduk, dan lainnya, terlebih lagi di bulan suci Ramadan," ucapnya.

AS pada bulan Ramadan tahun 2003 juga mengklaim membantu rakyat Irak. Sejak saat itu, yang diperoleh rakyat Irak tidak lain hanyalah kematian, kehancuran, dan penderitaan. 

"Rakyat Libya dan Afghanistan pun telah merasakan bantuan Amerika. Intervensi dan agresi Amerika terhadap negara-negara lain tidak menghasilkan apa pun selain kematian dan kehancuran," pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan Presiden Prabowo Subianto siap menjadi mediator antara Washington dan Teheran.

“Indonesia sangat menyesalkan kegagalan negosiasi antara AS dan Iran , yang telah mengakibatkan eskalasi militer di Timur Tengah. Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog dan diplomasi,” tulis Kementerian Luar Negeri Indonesia dilansir di X.

“Pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Republik Indonesia, menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi dialog guna membangun kembali kondisi keamanan yang kondusif dan jika disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia melakukan perjalanan ke Teheran untuk melakukan mediasi,” lanjut unggahan tersebut. 

Sementara itu, Rusia menyerukan penghentian segera serangan AS dan Israel terhadap Iran, dengan mengatakan situasi harus ‘dikembalikan ke jalur penyelesaian politik dan diplomatik’.

Topik Menarik