Seskab Teddy Pastikan Guru Tak Diabaikan: Insentif Naik di Zaman Presiden Prabowo

Seskab Teddy Pastikan Guru Tak Diabaikan: Insentif Naik di Zaman Presiden Prabowo

Terkini | inews | Jum'at, 27 Februari 2026 - 22:01
share

JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pemerintah tidak mengabaikan para guru. Hal itu merespons narasi bahwa guru-guru di Indonesia tidak diperhatikan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.Bahkan, kataTeddy, pemerintah pusat telah memberikan insentif untuk guru honorer di daerah.

“Ada lagi yang bilang, guru-guru tidak diperhatikan. Faktanya, ada tiga nih. Satu, mengenai guru honorer. Saya mau sampaikan bahwa secara kewenangan guru honorer itu ada di bawah pemerintah daerah,” kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (27/2/2026).

“Tapi pemerintah pusat memberi insentif. Insentif itu bukan gaji, insentif itu tambahan. Dan tambahannya ini berapa? Dari tahun 2005 sampai 2025 ada namanya insentif. Dan baru naik di zaman Presiden Prabowo. Menjadi Rp400.000,” sambung dia.

Tak hanya itu, Teddy juga menerangkan bahwa terdapat kenaikan tunjangan guru non-ASN. Hal itu sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada para guru. Sehingga, ia menilai narasi yang beredar tidak sesuai.

“Kemudian yang kedua, ada tunjangan guru non-ASN. Jumlahnya berapa? Dari Rp1,5 juta tahun lalu naik menjadi Rp2 juta. Kemudian yang ketiga, apalagi kebijakannya. Yang paling dirasakan oleh guru-guru adalah, jadi dulu pemberian tunjangan honor itu melalui transfer ke daerah. Nah, tahun lalu Presiden memberi instruksi agar setiap bulan itu langsung diberikan langsung ke gurunya. Dan sudah berjalan,” ujar dia.

Sebelumnya, Teddy membantah kabar program Makan Bergizi Gratis (MBG) memotong anggaran pendidikan. Awalnya, ia menjelaskan ada beberapa pihak yang menggiring isu terkait MBG memotong anggaran pendidikan hingga sekolah dan guru tak diperhatikan.

"Kemudian anggarannya, anggaran pendidikan ini sudah disepakati bersama oleh DPR pemerintah termasuk Badan Anggaran DPR tahun lalu pada September kalau tidak salah untuk digunakan di 2026 termasuk isi dan peruntukan dari anggaran pendidikan ini itu ya," ujar Teddy.

"Kemudian pertanyaannya adalah apakah program makan bergizi ini mengurangi program pendidikan? Oke, saya jawab tidak," tutup dia

Topik Menarik