Fenomena Sinkhole Muncul di Kulonprogo, Rumah Lansia Terancam Amblas

Fenomena Sinkhole Muncul di Kulonprogo, Rumah Lansia Terancam Amblas

Nasional | inews | Jum'at, 27 Februari 2026 - 21:07
share

KULONPROGO, iNews.id – Fenomena lubang tanah amblas atau sinkhole terjadi di Padukuhan Popohan, Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Lubang berdiameter tiga meter dengan kedalaman lima meter ini muncul tepat di samping rumah seorang lansia dan mengancam keselamatan penghuninya. 

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (25/2/2026) pagi pasca-hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama tiga hari berturut-turut. Titik amblasnya tanah ini berada di lokasi yang sama dengan kejadian serupa pada tahun 2023 silam. 

Pemilik rumah, Karyo Dimejo (73), menuturkan detik-detik mencekam saat tanah di samping rumahnya amblas. Saat sedang berada di dalam rumah, ia dikejutkan oleh suara benturan keras dari arah pekarangan.

"Kemarin pagi kejadiannya, suaranya 'mak glung' gitu keras sekali. Pas saya samperi, ternyata tanaman kelapa dan singkong sudah ikut ambles ke dalam lubang," ujar Karyo Dimejo, Jumat (27/2/2026).

Menurut Karyo, pada sore hari sebelum kejadian kondisi tanah masih terlihat rata dan stabil. Lubang raksasa tersebut kini menganga dengan jarak hanya sekitar dua meter dari dinding rumahnya. 

Meski ancaman lubang tersebut sangat nyata dan membahayakan, Karyo Dimejo mengaku enggan untuk pindah atau mengungsi. Ia merasa lebih nyaman tinggal di rumahnya sendiri meski anak-anaknya sudah berulang kali membujuknya untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

"Saya tungguin di sini saja, tidak khawatir. Saya merasa nyaman di rumah sendiri," ucapnya.

Kepala Dukuh Popohan, Restu Bayu Permadi menjelaskan, fenomena ini bukanlah yang pertama kali. Pada 2023, lokasi yang sama pernah amblas dengan skala yang jauh lebih besar, yakni diameter 5 meter dan kedalaman mencapai puluhan meter.

Dia mengatakan, pihak BPBD Kulonprogo dan pemerintah desa sudah menimbun lubang tersebut menggunakan alat berat. Namun, upaya tersebut tidak berjalan optimal sehingga tanah kembali ambles.

"Berdasarkan penelitian dari UNDIP Semarang dan UGM Yogyakarta pada 2023 lalu, diketahui bahwa di bawah lokasi ini terdapat lorong panjang di dalam tanah dengan kedalaman lebih dari 50 meter," kata Restu Bayu. 

Guna mencegah lubang semakin meluas akibat aliran air, jajaran Kampung Siaga Bencana (KSB) setempat langsung melakukan tindakan pencegahan darurat. Petugas menutup lubang raksasa tersebut menggunakan terpal lebar.

Selain penutupan terpal, warga juga membuat parit kecil di sekitar lubang agar air hujan tidak merembes masuk ke dalam sinkhole, yang dikhawatirkan dapat memicu amblesan susulan yang lebih besar.

Topik Menarik