Heboh Menkes Budi Jadi Calon Kuat Sekjen WHO Berikutnya, Ini Faktanya!
JAKARTA, iNews.id - Viral di media sosial informasi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin salah satu calon terkuat untuk menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Badan Kesehatan Dunia (WHO). Cek faktanya di artikel ini.
Berdasarkan penelusuran iNews.id, informasi ini pertama kali viral di X usai akun @TxtdariHI membagikan cuitannya. Hingga berita dibuat, sudah lebih dari 87 ribu netizen memberi perhatian pada kabar tersebut.
"Menkes Budi Gunadi Sadikin salah satu calon kuat buat jadi Sekjen World Health Organization (WHO)," cuit akun tersebut, dikutip Rabu (25/2/2026).
Akun tersebut mengeluarkan pernyataan itu bukan tanpa bukti. Pada bagian komentar, tertera laman sumber informasi yaitu Health Policy Watch Independent Global Health Reporting. Ya, laman itu yang menyebut bahwa Menkes Budi salah satu calon terkuat menjadi Sekjen WHO.
Bahkan, nama Menkes Budi disebut pertama kali. Kemudian disusul Jeremy Farrar seorang ilmuwan ternama dari Inggris Raya, dan Hanan Balkhy yang menjabat sebagai Direktur Regional WHO untuk Mediteranian Timur.
Nama lainnya adalah Karl Lauterbach (Mantan Menkes Jerman), Paul Zubeil (Pakar Kesehatan Global Jerman), Jarbas Barbosa (Direktur Regional WHO untuk Amerika), Agnes Buzyn (Mantan Menkes Prancis), Anne-Claire Amprou (Duta Besar Prancis untuk Kesehatan Global), Marisol Touraine (Ketua Dewan Eksekutif Unitaid), Hans Kluge (Direktur Regional WHO untuk Eropa), Cathrine Lofthus (Direktur Jenderal Kesehatan Norwegia), dan Sania Nishtar (Ahli Kardiologi ternama dunia).
Alasan Menkes Budi Jadi Calon Kuat Sekjen WHO Berikutnya
Dijelaskan di laman tersebut, Menkes Budi dinilai sebagai sosok yang memenuhi persyaratan baru untuk tata kelola fiskal. Sebagai mantan bankir, dia diyakini dapat membawa ketelitian keuangan yang sangat dibutuhkan WHO.
Sebab, siapa pun yang masuk dalam daftar final calon Sekjen WHO, mereka harus mampu menghadapi konvergensi krisis eksistensial yang dihadapi WHO saat ini.
Meski tidak memiliki background medis atau dunia kesehatan, jabatannya sebagai Menkes Indonesia diklaim cukup memuaskan. Dia dianggap mampu membawa reformasi sistem kesehatan berskala besar setelah pandemi Covid-19.
"Dia dianggap berhasil memodernisasi infrastruktur kesehatan digital Indonesia," ungkap laman tersebut. Gebrakannya di bidang pendidikan kedokteran yang memicu kritik pun menjadi sorotan dalam laman itu. Termasuk dengan Ikatan Dokter Indonesia.
Lalu, Menkes Budi juga dianggap menjadi kandidat kuat yang berpotensi cocok untuk menjembatani kesenjangan antara negara-negara Selatan dan Eropa dalam mendorong reformasi fiskal dan transparansi, sekaligus menjaga harapan agar Amerika Serikat kembali ke WHO.










