BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat saat Arus Mudik hingga Lebaran di Jateng
JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengungkapkan kondisi terkini serta prospek cuaca dan iklim tahun 2026, khususnya di Jawa Tengah (Jateng). Dia mengingatkan wilayah Jateng berpotensi didominasi hujan dengan intensitas cukup tinggi pada periode Februari hingga Maret, termasuk Idulfitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026
“Terkait kondisi di daerah Jawa Tengah selama bulan Februari dan Maret 2026, kita harus bersiap. Saat periode (persiapan) Lebaran nanti, khususnya di Jawa Tengah, diprediksi akan terjadi banyak hujan,” kata Faisal dalam keterangan dikutip dari laman resmi BMKG, Rabu (25/2/2026).
Hal ini disampaikan Faisal saat mendampingi Kunjungan Kerja Komisi V DPR ke Jateng dalam rangka peninjauan Stasiun Tawang Semarang serta lokasi banjir rob di Jalan Pantura Sayung.
Kunjungan ini difokuskan pada kesiapan infrastruktur transportasi menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat Angkutan Lebaran, sekaligus penanganan dampak banjir rob yang memengaruhi operasional kereta api di wilayah Daop 4 Semarang.
Mensos bakal Beri Santunan untuk Korban Longsor di Cisarua Bandung Barat, Segini Besarannya
Faisal membeberkan, berdasarkan analisis BMKG, pada periode Februari hingga Maret 2026, kondisi cuaca secara umum diprediksi masih berpeluang terjadi hujan dengan kategori sangat tinggi. Kondisi ini meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi, di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.
Memasuki Maret hingga April 2026, diprakirakan berada pada kategori menengah hingga tinggi, terutama di wilayah tengah dan daerah pegunungan Jawa Tengah. Sementara itu, pada Mei hingga Juni 2026 wilayah Jawa Tengah mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengamanan Angkutan Lebaran, Faisal mengatakan bahwa BMKG menyiapkan dukungan meliputi prakiraan cuaca harian dan dasarian pada jalur utama mudik darat, laut, dan udara; peringatan dini cuaca ekstrem di titik-titik rawan banjir, longsor, dan rob, informasi tinggi gelombang untuk pelayaran di perairan utara Jawa, serta pembaruan informasi cuaca secara real-time melalui kanal digital BMKG.
Faisal menegaskan, informasi meteorologi dan klimatologi merupakan elemen krusial dalam mendukung keselamatan perjalanan masyarakat, terutama pada periode mobilitas tinggi seperti Lebaran.
“BMKG menghimbau seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca, peringatan dini, serta kondisi potensi risiko melalui kanal resmi BMKG agar langkah antisipasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” tuturnya.










