Utusan Khusus Trump Akui Iran Tak Bisa Diancam

Utusan Khusus Trump Akui Iran Tak Bisa Diancam

Terkini | inews | Selasa, 24 Februari 2026 - 03:00
share

WASHINGTON, iNews.id - Utusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengakui Iran bukan pihak yang bisa dengan mudah ditekan atau diancam, meski Washington telah mengerahkan kekuatan militer besar-besaran ke kawasan.

Menurut Witkoff, dalam wawancara dengan Fox News, sulit untuk mengajak Iran menyepakati negosiasi nuklir atas keinginan AS.

Dia mempertanyakan mengapa, di bawah tekanan kekuatan maritim dan angkatan laut AS sebesar itu, Iran tidak datang ke meja perundingan dengan pernyataan tegas ingin menghindari konflik dan bersedia untuk menyepakati sesuatu.

“Agak sulit untuk membuat mereka sampai pada titik itu,” ujarnya.

Witkoff juga mengungkapkan keheranan Trump karena Teheran tak kunjung menunjukkan tanda-tanda menyerah dalam negosiasi nuklir, walaupun dua gugus tempur kapal induk AS lengkap dengan kapal perang pendukung, ratusan jet tempur, dan pesawat tanker telah disiagakan di Timur Tengah.

“Dia (Trump) penasaran mengapa mereka belum juga menyerah,” kata Witkoff, menirukan pernyataan sang presiden. 

Namun di balik pernyataan itu, tersirat pengakuan bahwa Iran tetap bergeming di bawah tekanan militer yang masif.

AS dan Iran telah menjalani dua putaran perundingan nuklir dalam sebulan terakhir, masing-masing di Oman dan Swiss. Meski dialog terus berlangsung, belum ada tanda-tanda kesepakatan akan segera tercapai.

Trump bahkan memberikan tenggat waktu 15 hari bagi Iran untuk mencapai kesepakatan baru terkait program nuklirnya. Jika tidak, Teheran diancam menghadapi konsekuensi berat. Namun hingga kini, Iran tetap pada posisinya dan tidak menunjukkan sikap tunduk pada tekanan militer AS.

Topik Menarik