Dubes AS Sebut Israel Berhak atas Timur Tengah, Negara-Negara Arab dan Muslim Murka

Dubes AS Sebut Israel Berhak atas Timur Tengah, Negara-Negara Arab dan Muslim Murka

Terkini | inews | Senin, 23 Februari 2026 - 03:02
share

JAKARTA, iNews.id - Pernyataan Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Israel Mike Huckabee bahwa Israel berhak atas hampir seluruh wilayah Timur Tengah memicu kecaman luas. Sebanyak 14 negara Arab, Muslim, serta organisasi internasional mengeluarkan pernyataan bersama, Minggu (22/2/2026), mengutuk Huckabee.

Dalam wawancara dengan jurnalis AS, Tucker Carlson, yang disiarkan pada Jumat lalu, Huckabee mengatakan Israel, berdasarkan Alkitab, Israel berhak atas hampir seluruh wilayah Timur Tengah.

Carlson lalu menegaskan lagi, apakah pernyataan itu termasuk Yordania modern, Suriah, Lebanon, dan sebagian Arab Saudi dan Irak, Huckabee membenarkan.

"Menyatakan kecaman keras dan keprihatinan mendalam terkait pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel yang mengindikasikan bahwa bisa diterima bagi Israel mengendalikan wilayah milik negara-negara Arab, termasuk Tepi Barat yang diduduki," bunyi pernyataan bersama.

Pernyataan itu dikeluarkan atas nama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Uni Emirat Arab (UEA), Republik Arab Mesir, Kerajaan Yordania, Republik Indonesia, Republik Islam Pakistan, Republik Turki, Kerajaan Arab Saudi, Qatar, Quwait, Kesultanan Oman, Kerajaan Bahrain, Republik Lebanon, Republik Arab Suriah, dan Palestina, serta sekretariat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Arab (LAS), dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Para penandatangan menyebut pernyataan Huckabee tersebut berbahaya dan provokatif.

Selain itu, Huckabee melakukan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB serta bisa menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan dan stabilitas kawasan.

Pernyataan Huckabee itu jelas-jelas bertentangan dengan visi Presiden AS Donald Trump serta Rencana Komprehensif untuk mengakhiri konflik Gaza serta menghambat upaya untuk meletakkan landasan politik guna menjamin kedaulatan negara Palestina.

"Rencana (Trump) didasarkan pada promosi toleransi dan hidup berdampingan secara damai. Pernyataan yang berupaya melegitimasi kendali atas tanah orang lain merusak tujuan-tujuan tersebut, memicu ketegangan, dan merupakan hasutan ketimbang memajukan perdamaian," demikian isi pernyataan.

Mereka juga menegaskan kembali Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki serta tanah Arab lainnya, menolak upaya untuk mencaplok Tepi Barat atau memisahkannya dari Jalur Gaza, serta menentang perluasan aktivitas pemukiman Israel.

Topik Menarik