Siswa Madrasah Tewas Dianiaya Oknum Brimob di Tual, Dody Toisuta Minta Evaluasi Total

Siswa Madrasah Tewas Dianiaya Oknum Brimob di Tual, Dody Toisuta Minta Evaluasi Total

Terkini | inews | Minggu, 22 Februari 2026 - 16:34
share

JAKARTA, iNews.id - Duka masih menyelimuti Kota Tual, Maluku. Seorang remaja berusia 14 tahun, AT, meninggal dunia setelah diduga mengalami kekerasan yang melibatkan oknum aparat. 

Peristiwa itu tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, tetapi juga mengguncang rasa keadilan masyarakat. 

AT dikenal sebagai anak berprestasi. Dia menamatkan hafalan Al-Qur'an dan kerap meraih peringkat di sekolah. Kepergiannya yang tragis di awal Ramadan memantik desakan agar proses hukum berjalan transparan dan akuntabel.

Menanggapi peristiwa tersebut, Koordinator Wilayah DPP Partai Perindo untuk Maluku, Maluku Utara, dan Tanah Papua, Dody Toisuta menyampaikan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat.

“Institusi Polri kembali tercoreng karena kejadian yang terjadi di Tual Maluku, buat saya ini pelanggaran berat dari oknum aparat Polri,” ucap Dody dalam keterangannya.

Menurutnya, kasus ini tidak boleh berhenti pada penetapan tersangka semata. Kepercayaan publik hanya dapat dijaga jika proses hukum dilakukan secara terbuka dan profesional. 

Dia menegaskan, jajaran partai di wilayah telah bergerak mengawal perkembangan kasus tersebut.

“Kami DPP Partai Perindo sudah berkoordinasi dengan DPW, DPD serta wakil-wakil rakyat kita di Maluku untuk bisa mengawal kasus ini dengan serius,” katanya.

Di tengah duka keluarga korban, Dody juga menyampaikan pesan empati sekaligus komitmen untuk berdiri bersama masyarakat Maluku.

“Bagi keluarga korban yang ditinggalkan, kami Partai Perindo sangat mengucapkan belasungkawa, dan bagi masyarakat Maluku yang berduka atas kejadian ini, InsyaAllah Partai Perindo bersama masyarakat Maluku untuk sama-sama mengawal kasus hukum ini,” ujarnya.

Lebih jauh, dia menilai peristiwa ini menjadi momentum refleksi, terutama dalam interaksi aparat dengan masyarakat sipil, khususnya anak di bawah umur. Sebagai putra dari keluarga besar Polri, dia memandang evaluasi menyeluruh perlu dilakukan.

“Menurut saya selaku Korwil, dan juga putra keluarga besar Polri, perlu adanya evaluasi lagi mengenai sistem koordinasi, dan mental dari para anggota Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Perlu kita ingat senjata kalian itu dibeli dari uang rakyat, jangan kau gunakan untuk mencederai hati rakyat,” tuturnya.

Bagi Dody, perlindungan anak bukan sekadar jargon hukum. Dia menegaskan bahwa anak adalah fondasi masa depan bangsa yang harus dijaga secara serius oleh semua pihak, termasuk partai politik.

“Bagi Perindo, anak adalah pilar bangsa yang mana kita harus jadikan sebagai prioritas karena masa depan bangsa ada di tangan mereka,” ujarnya.

Saat ini, proses hukum terhadap terduga pelaku telah berjalan. Namun bagi keluarga korban dan masyarakat luas, yang lebih penting adalah kepastian bahwa keadilan ditegakkan tanpa kompromi. 

Dody memastikan koordinasi terus dilakukan dengan struktur partai di daerah untuk mengawal hak keluarga korban.

“Ya, kami di DPP Partai Perindo sudah mendapatkan informasi dari DPW kita di Maluku yang sudah langsung gerak cepat berkoordinasi dengan pihak terkait. Kami meminta agar kasus ini dikawal serius, karena Partai Perindo selalu bersama rakyat Maluku.” ucapnya.

Topik Menarik