Bapanas Temukan Minyakita Dijual di Atas HET, Satgas Pangan Turun Tangan
JAKARTA, iNews.id - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menemukan harga minyak goreng rakyat merek Minyakita dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) saat memantau stok pangan di Pasar Agung, Depok.
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy menjelaskan, Minyakita masih dijual di kisaran Rp17.500 hingga Rp18.000 per liter oleh sejumlah pedagang. Padahal, sesuai ketentuan pemerintah, HET Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.
“Ini yang perlu kita segera benahi karena Minyakita adalah minyaknya pemerintah. Harusnya harganya sesuai dengan harga pemerintah. Tidak ada cerita harganya di atas harga eceran tertinggi,” kata Sarwo dalam keterangannya dikutip, Minggu (22/2/2026).
Menindaklanjuti temuan tersebut, Bapanas meminta Satgas Pangan Polda Metro Jaya untuk melakukan penelusuran terhadap rantai distribusi minyak goreng tersebut. Pemeriksaan akan difokuskan pada asal barang, mulai dari distributor hingga pabrik pemasok.
Daftar 19 Negara Teken Piagam Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump, Ada Indonesia dan Turki
“Nanti teman dari Satgas Pangan Polda Metro Jaya akan menelusuri dari mana dapatnya minyak goreng tersebut. Kita harus menelusuri dari hulunya, dari distributornya, dari pabrik mana,” tuturnya.
Dia menjelaskan, apabila Minyakita berasal dari Perum Bulog, maka harga eceran seharusnya tetap Rp15.700 per liter. Dengan harga distribusi dari Bulog sebesar Rp14.500 per liter dan pengantaran langsung ke pengecer, pedagang dinilai masih memperoleh margin keuntungan yang wajar tanpa tambahan biaya angkut.
Sarwo juga berharap Dinas Perdagangan Kota Depok melakukan pemetaan pasar-pasar rakyat agar seluruh pasar dapat menjual Minyakita sesuai HET Rp15.700 per liter.
Di sisi lain, dia memastikan harga sejumlah komoditas pangan lainnya masih dalam kondisi terkendali. Harga beras medium tercatat Rp13.500 per kilogram (kg) dan beras premium Rp14.900 per kg, sesuai HET pemerintah.
Harga gula pasir juga relatif stabil di kisaran Rp17.500-Rp18.000 per kg. Sementara itu, harga daging ayam dinilai masih terkendali. Dia mengingatkan agar survei harga di lapangan memperhatikan bobot timbangan untuk menghindari kesalahpahaman di masyarakat.










