Trump Akan Bangun Pangkalan Militer di Gaza, Tampung 5.000 Pasukan Stabilisasi Gaza

Trump Akan Bangun Pangkalan Militer di Gaza, Tampung 5.000 Pasukan Stabilisasi Gaza

Berita Utama | inews | Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:23
share

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan membangun pangkalan militer di Jalur Gaza. Pangkalan tersebut bisa menampung 5.000 personel Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang juga disebut Pasukan Stabilisasi Gaza.

Surat kabar Inggris The Guadian, mengutip keterangan dokumen kontrak Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace, melaporkan pangkalan tersebut akan berfungsi sebagai markas besar ISF.

Belum jelas status kepemilikan lahan untuk pangkalan tersebut maupun peran ISF nantinya. Sebagian besar wilayah Gaza saat ini masih berada di bawah kendali Israel. Luas lahan yang diusulkan lebih dari 350 hektare di Jalur Gaza bagian selatan. 

Perwakilan beberapa perusahaan konstruksi internasional yang berpengalaman di zona perang dilaporkan telah mengunjungi lokasi tersebut.

"Seperti telah disampaikan Presiden (Donald Trump), tidak akan ada pasukan AS di lapangan," kata seorang pejabat pemerintahan Trump, tanpa memberikan penjelasan rinci.

Trump mengumumkan pembentukan Board of Peace dan mengundang sekitar 50 negara untuk bergabung. Meski demikian lebih semua yang menyambut ajakan tersebut.

Sementara itu pembentukan ISF merupakan bagian dari 20 poin rencana perdamaian Trump di Gaza yang telah mendapat restu dari Dewan Keamanan PBB. 

Tujuh negara menyatakan kesiapan untuk mengirim pasukan, termasuk Indonesia yang dipercaya sebagai wakil komandan ISF. Negara lain adalah yang akan mengirim pasukan adalah Albania, Kazakhstan, Kosovo, Uni Emirat Arab.

Topik Menarik