Palestina Kutuk Israel soal Klaim Sepihak Kuasai Tepi Barat
YERUSALEM, iNews.id - Palestina mengutuk keras Israel atas klaim sepihak telah menguasai sebagian besar kawasan Tepi Barat. Hal ini setelah pemerintah zionis menyetujui proposal untuk mendaftarkan sebagian besar wilayah tersebut sebagai "milik negara".
Hal ini dilakukan Israel dengan alasan memperketat kendali atas Tepi Barat yang diduduki dan mempermudah para pemukim untuk membeli tanah, sebuah langkah yang disebut Palestina sebagai "aneksasi de facto".
"Aneksasi de facto wilayah Palestina yang diduduki dan deklarasi dimulainya rencana aneksasi yang bertujuan untuk memperkuat pendudukan melalui aktivitas pemukiman ilegal," bunyi keterangan Kepresidenan Palestina dilansir dari Reuters, Senin (16/2/2026).
Seperti diketahui, wilayah Tepi Barat termasuk di antara wilayah yang diinginkan Palestina untuk negara merdeka di masa depan. Sebagian besar wilayah tersebut berada di bawah kendali militer Israel, dengan pemerintahan mandiri Palestina yang terbatas di beberapa daerah yang dikelola oleh Otoritas Palestina yang didukung Barat.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang akan menghadapi pemilihan umum akhir tahun ini, menganggap pembentukan negara Palestina mana pun sebagai ancaman keamanan.
Koalisi pemerintahannya, yang memiliki basis pemilih yang besar di pemukiman, mencakup banyak anggota yang menginginkan Israel untuk mencaplok Tepi Barat. Wilayah itu disebut dirampas dalam perang Timur Tengah 1967 dan diklaim Israel memiliki ikatan alkitabiah dan historis.
Stasiun televisi Israel, KAN, melaporkan proposal penguasaan Tepi Barat diajukan oleh para pejabat radikal sayap kanan Israel, yakni Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, Menteri Kehakiman Yariv Levin, dan Menteri Pertahanan Israel Katz.
"Kita melanjutkan revolusi pemukiman untuk mengendalikan semua tanah kita," kata Smotrich.
Sementara itu, lembaga pengawas pemukiman Israel, Peace Now mengatakan, langkah tersebut dapat menyebabkan pengusiran warga Palestina dari hingga setengah wilayah Tepi Barat.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menolak aneksasi Tepi Barat oleh Israel, tetapi pemerintahannya tidak berupaya untuk mengekang percepatan pembangunan pemukiman Israel.









