Tuberkulosis Mewabah di Malaysia, Kenali Gejalanya

Tuberkulosis Mewabah di Malaysia, Kenali Gejalanya

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 13 Februari 2026 - 06:52
share

JAKARTA, iNews.id - Tuberkulosis mewabah di Malaysia dengan lonjakan lebih dari 2.500 kasus yang terdeteksi pada awal Februari 2026. Wilayah Johor menjadi salah satu daerah dengan jumlah kasus tertinggi dalam periode tersebut.

Lonjakan kasus ini membuat otoritas kesehatan setempat meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang musim liburan Imlek yang meningkatkan mobilitas masyarakat dan wisatawan. Para ahli kesehatan di Malaysia mengimbau penggunaan masker saat berada di tempat umum sebagai langkah pencegahan awal.

Selain itu, masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, atau penurunan berat badan dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Deteksi dini dinilai penting untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini umumnya menyerang paru-paru dan sistem pernapasan, serta dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Penularan TB terjadi melalui udara ketika penderita TB aktif batuk, bersin, berbicara, atau bernyanyi. Droplet kecil yang mengandung bakteri dapat terhirup oleh orang lain, terutama dalam jarak dekat dan kontak yang berlangsung cukup lama.

Secara medis, terdapat dua kondisi tuberkulosis, yakni TB laten dan TB aktif. TB laten terjadi ketika seseorang terinfeksi bakteri, namun tidak menunjukkan gejala dan tidak menularkan penyakit karena bakteri berada dalam kondisi tidak aktif.

Sementara itu, TB aktif merupakan kondisi ketika bakteri berkembang biak dan menimbulkan gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, serta penurunan berat badan. Pada fase ini, penderita berisiko menularkan bakteri ke orang lain melalui saluran pernapasan.

Artinya, tidak semua orang yang terinfeksi TB dapat menularkannya. Hanya penderita dengan tuberkulosis aktif yang berpotensi menyebarkan penyakit kepada orang di sekitarnya.

Beberapa kelompok dinilai memiliki risiko lebih tinggi tertular TB. Di antaranya mereka yang tinggal serumah atau berinteraksi dalam waktu lama dengan penderita TB aktif.

Risiko juga meningkat pada individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah, seperti penderita penyakit kronis, lanjut usia, maupun mereka yang sedang menjalani pengobatan tertentu. Lingkungan padat dan minim ventilasi turut menjadi faktor yang memperbesar potensi penularan.

Untuk mencegah penularan, masyarakat disarankan menghindari kontak dekat dengan orang yang memiliki gejala TB aktif. Ventilasi ruangan perlu dijaga agar sirkulasi udara berjalan baik.

Apabila mengalami batuk lebih dari dua minggu, demam pada malam hari, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Bagi mereka yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TB aktif, screening dini sangat dianjurkan guna memastikan kondisi kesehatan sejak awal.

Topik Menarik