Rose BLACKPINK Kena Body Shaming saat Jadi Global Ambassador
JAKARTA - Rose BLACKPINK ditunjuk sebagai Global Ambassador Levi's dan salah satu iklannya ditayangkan di acara Super Bowl 2026. Namun, ternyata momen penting bagi karier Rose ini justru menuai hujatan publik.
Rose justru menerima body shaming dari netizen yang mengomentari bentuk tubuhnya secara negatif. Sejumlah komentar di media sosial menyoroti postur tubuh Rosé yang ramping.
Beberapa netizen mempertanyakan letak kecocokan Rose sebagai “wajah brand” denim. Rose dinilai terlalu kurus dan tidak merepresentasikan citra Levi's.
Komentar bernada merendahkan pun bermunculan. Di media sosial, ada netizen yang menulis, “Tubuhnya terlalu kecil untuk brand denim seperti ini.”
“Levi’s salah pilih model, kelihatan tidak proporsional,” tulis akun lainnya.
Pernyataan-pernyataan tersebut kemudian menjadi bahan perbincangan karena dianggap terang-terangan melakukan body shaming pada idol K-pop itu. Namun, beberapa fans Rose justru memberikan pembelaan.
Brand Ambassador
Sinetron Cinta Sepenuh Jiwa Tembus 100 Episode, Cut Syifa dan Kenny Austin Tunjukkan Kekompakan
Mereka menilai kritik yang diberikan pada idolanya tidak relevan dan mengabaikan konteks pemilihan duta brand. Beberapa di antaranya menegaskan bahwa Levi’s memilih Rose karena daya tarik global, pengaruh budaya, dan juga identitas fashion yang kuat, bukan semata-mata karena ukuran tubuh.
“Rose dipilih karena impact-nya, bukan karena standar tubuh versi netizen,” tulis salah satu penggemar.
“Ini kampanye fashion, bukan kompetisi bentuk badan. Body shaming seperti ini sudah seharusnya dihentikan,” ujar lainnya.
Meski diwarnai kontroversi, penunjukan Rose sebagai Global Ambassador Levi’s tetap dipandang sebagai pencapaian besar. Kolaborasi ini memperkuat posisi Rose sebagai salah satu idol K-pop dengan pengaruh global terkuat di industri fashion dunia.










